Akselerasi Kontrak Baru PTPP: Amankan Proyek Gedung Kejaksaan Senilai Rp934 Miliar

Senin, 02 Februari 2026 | 09:12:44 WIB
Akselerasi Kontrak Baru PTPP: Amankan Proyek Gedung Kejaksaan Senilai Rp934 Miliar

JAKARTA - Mengawali lembaran tahun 2026, emiten konstruksi plat merah PT PP (Persero) Tbk (PTPP) langsung tancap gas dalam memperkuat buku kontraknya. Perseroan secara resmi mengumumkan keberhasilan dalam memenangkan tender strategis di sektor gedung pemerintahan. Proyek prestisius tersebut adalah Proyek Rancang Bangun Pembangunan Gedung Kantor untuk unit JAMPIDUM, JAMDATUN, JAMWAS, dan BPA Tahun Anggaran 2026 milik Kejaksaan Agung RI.

Keberhasilan ini tidak hanya sekadar menambah angka pada laporan keuangan perusahaan, tetapi juga menegaskan dominasi PTPP dalam segmen bangunan institusional di Indonesia. Kepercayaan yang diberikan oleh instansi penegak hukum tersebut menunjukkan bahwa kapabilitas PTPP dalam mengeksekusi proyek dengan standar spesifikasi tinggi masih menjadi pilihan utama pemerintah.

Nilai Investasi Strategis dan Target Penyelesaian Proyek

Berdasarkan siaran pers yang dirilis perseroan di Jakarta, nilai kontrak yang dikantongi PTPP untuk pembangunan gedung Kejaksaan ini mencapai Rp934,36 miliar, yang sudah mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam kesepakatan kontrak tersebut, PTPP ditargetkan untuk menyelesaikan seluruh cakupan pekerjaan dalam waktu 360 hari kalender. Masa pelaksanaan yang relatif padat ini menuntut manajemen proyek yang sangat presisi guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.

Pencapaian di awal tahun ini menjadi katalisator positif bagi performa perusahaan di sepanjang tahun 2026. Dengan mengamankan proyek bernilai hampir satu triliun rupiah di bulan-bulan awal, PTPP menunjukkan konsistensi dalam menjaga aliran pendapatan dari sektor publik yang selama ini dikenal memiliki risiko pembayaran yang lebih terukur dibandingkan sektor swasta.

Komitmen Kualitas dan Akuntabilitas dalam Eksekusi Lapangan

Menanggapi perolehan kontrak besar ini, Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo, menekankan bahwa perseroan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan hasil terbaik. Bagi PTPP, proyek pembangunan gedung kantor Kejaksaan Agung ini merupakan manifestasi dari komitmen perusahaan untuk selalu menghadirkan eksekusi dengan kualitas premium. Fokus utama perusahaan adalah pada pemenuhan kebutuhan operasional pengguna akhir secara optimal.

“Bagi PTPP, proyek ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memastikan hasil akhir dapat mendukung kebutuhan operasional pengguna secara optimal. Kami berkomitmen menjaga ketepatan waktu, kualitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan,” tegas Joko Raharjo dalam keterangannya. Kepercayaan pemerintah dipandang sebagai motor penggerak bagi seluruh insan PTPP untuk terus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur yang menunjang layanan publik.

Dukungan Infrastruktur Modern bagi Transformasi Kejaksaan Agung

Gedung yang akan dibangun oleh PTPP ini bukan sekadar struktur beton biasa, melainkan dirancang sebagai pusat koordinasi modern. Kehadiran fasilitas kerja yang terintegrasi untuk JAMPIDUM, JAMDATUN, JAMWAS, dan BPA diharapkan mampu menjadi tulang punggung transformasi kelembagaan di tubuh Kejaksaan Agung. Dengan lingkungan kerja yang representatif, diharapkan proses birokrasi dan pelayanan hukum kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Infrastruktur baru ini memiliki visi untuk mendorong koordinasi antarbidang yang lebih solid. PTPP berupaya menerjemahkan kebutuhan akan sistem kerja yang modern ke dalam desain dan konstruksi gedung yang fungsional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendigitalisasi dan memodernisasi setiap lini pelayanan birokrasi di Indonesia.

Strategi Pertumbuhan Pendapatan dan Target Kinerja PTPP 2026

Dari perspektif korporasi, perolehan kontrak senilai Rp934,36 miliar ini selaras dengan strategi besar PTPP dalam menjaga keberlanjutan kinerja bisnis. Di tengah dinamika industri konstruksi nasional yang masih penuh tantangan, PTPP memilih untuk fokus pada proyek-proyek dengan perencanaan matang dan sumber pendanaan yang pasti. Pengelolaan proyek pemerintah memberikan stabilitas pendapatan yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, PTPP telah mematok target yang cukup ambisius untuk tahun buku 2026. Perseroan menargetkan perolehan kontrak baru secara total mencapai Rp23,5 triliun hingga akhir tahun nanti. Sementara dari sisi top-line, PTPP membidik pendapatan sebesar Rp16 triliun pada tahun 2026.

Keberhasilan mengamankan proyek gedung Kejaksaan Agung ini menjadi langkah awal yang solid dalam upaya mencapai target-target tersebut. Dengan portofolio yang terus berkembang dan reputasi yang terjaga, PTPP optimistis dapat terus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya melalui kinerja yang stabil dan bertumbuh.

Terkini