Hasil Liga Italia: Kejutan Udinese Hentikan Tren Kemenangan AS Roma

Selasa, 03 Februari 2026 | 08:06:32 WIB
Hasil Liga Italia: Kejutan Udinese Hentikan Tren Kemenangan AS Roma

JAKARTA - Laju positif AS Roma di kancah Serie A akhirnya menemui jalan buntu saat bertandang ke markas Udinese dalam lanjutan pekan ke-23 musim 2025/26. Skuad asuhan Giallorossi yang datang dengan ambisi mengamankan posisi di zona Liga Champions justru harus pulang dengan tangan kosong setelah dipaksa menyerah di tangan tuan rumah yang tampil disiplin sepanjang laga.

Bertanding di Bluenergy Stadium pada Selasa dini hari WIB, laga ini menjadi pembuktian bagi Udinese bahwa mereka mampu merepotkan tim-tim papan atas. Pertarungan sengit yang berlangsung di Udine tersebut berakhir dengan kemenangan tipis bagi tuan rumah, di mana AS Roma takluk dengan skor tipis 0-1. Hasil ini tidak hanya menjadi pil pahit bagi tim ibu kota, tetapi juga mengubah dinamika klasemen di papan tengah dan papan atas Liga Italia.

Petaka Tendangan Bebas Ekkelenkamp di Bluenergy Stadium

Pertandingan yang diprediksi akan didominasi oleh Roma ternyata menyuguhkan skenario yang berbeda sejak awal peluit dibunyikan. Udinese tampil agresif sejak awal laga. Tekanan tinggi yang diterapkan oleh anak-anak asuh Udinese membuat barisan pertahanan Roma yang dikawal Gianluca Mancini dan kolega harus bekerja ekstra keras. Dalam 10 menit pertama, tuan rumah sempat melepaskan dua percobaan dari dalam kotak penalti. Namun, seluruh peluang tersebut masih mampu diamankan dengan baik oleh kiper Roma, Mile Svilar.

AS Roma sebenarnya berusaha untuk memegang kendali permainan dan keluar dari tekanan. Namun, kreativitas lini tengah mereka tampak tumpul menghadapi skema pertahanan rapat Udinese. Roma baru mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-28. Donyell Malen mencoba peruntungan, tetapi sepakan sang penyerang berhasil diantisipasi kiper Udinese, Maduka Okoye. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, petaka bagi tim tamu datang dengan sangat cepat. Kebuntuan pecah di awal babak kedua. Udinese berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan empat menit setelah restart. Momen penentu tersebut lahir dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan sempurna. Ekkelenkamp mencetak gol lewat eksekusi tendangan bebas yang tak mampu dibendung Svilar. Gol tunggal di pertandingan ini dicetak oleh Jurgen Ekkelenkamp di awal babak kedua, yang seketika membuat publik tuan rumah bergemuruh.

Dominasi Tanpa Hasil dan Rapatnya Pertahanan Tuan Rumah

Pasca kebobolan, Roma mencoba merespons dengan melakukan perubahan strategi. Tertinggal satu gol, Roma meningkatkan intensitas serangan dan lebih mendominasi penguasaan bola. Masuknya beberapa pemain segar diharapkan mampu membongkar blokade rendah yang diterapkan Udinese. Lorenzo Pellegrini dan kolega terus mengurung pertahanan lawan, memaksa pemain Udinese untuk menumpuk pemain di area kotak penalti sendiri.

Meski unggul secara statistik penguasaan bola, efektivitas serangan Roma menjadi masalah besar di laga ini. Sejumlah percobaan dilepaskan, namun rapatnya pertahanan Udinese membuat banyak peluang Roma berakhir diblok sebelum mengarah ke gawang. Kedisiplinan bek Udinese seperti Solet dan Kristensen membuat lini depan Roma yang dipimpin Matias Soule dan Donyell Malen frustrasi. Hingga peluit panjang dibunyikan, Roma gagal mencetak gol penyeimbang. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Roma di Serie A.

Implikasi Klasemen dan Pergeseran Posisi Papan Tengah

Hasil minor di Udine ini memberikan dampak langsung pada posisi kedua tim di tabel klasemen sementara Serie A musim 2025/26. Bagi Roma, kekalahan ini menghambat misi mereka untuk terus menempel ketat empat besar klasemen. Berkat hasil ini, Roma tetap berada di peringkat kelima klasemen dengan koleksi 43 poin. Posisi mereka kini rentan terancam oleh tim-tim di bawahnya yang masih memiliki tabungan pertandingan.

Sementara bagi tuan rumah, kemenangan atas tim raksasa seperti Roma menjadi suntikan energi yang luar biasa untuk merangkak naik ke papan atas. Sementara itu, Udinese naik ke posisi kesembilan dengan 32 poin, demikian yang dilansir laman resmi Serie A. Kemenangan ini sekaligus mengonfirmasi tren positif Udinese di bawah asuhan pelatih mereka yang mulai menemukan konsistensi dalam bertahan maupun menyerang.

Susunan Pemain Kedua Tim

Dalam laga ini, kedua pelatih menurunkan komposisi terbaik mereka sejak menit awal demi mengamankan poin penuh:

Udinese: Okoye; Ehizibue, Solet, Kristensen, Bertola, Zemura; Karlström, Miller, Ekkelenkamp; Atta, Davis.

AS Roma: Svilar; Zeki Celik, Mancini, Ndicka, Hermoso, Wesley; Cristante, El Aynaoui, Pellegrini, Soulé, Malen.

Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi kubu Giallorossi sebelum menghadapi laga krusial berikutnya. Kegagalan memaksimalkan peluang dan kerentanan dalam mengantisipasi situasi bola mati menjadi catatan yang harus segera diperbaiki. Di sisi lain, Udinese kini menatap sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi sebagai pembunuh raksasa yang patut diwaspadai di kancah sepak bola Italia.

Terkini