TNI Bangun Jembatan Garuda untuk Meningkatkan Konektivitas dan Akses Desa

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:32:11 WIB
TNI Bangun Jembatan Garuda untuk Meningkatkan Konektivitas dan Akses Desa

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia memulai pembangunan jembatan gantung Garuda di Dusun Bulubawang, Desa Patampanuan, Kecamatan Matakali. 

Jembatan ini sudah lama rusak dan menjadi akses utama warga menuju tambak serta kebun mereka. Selain itu, jembatan menghubungkan dua kecamatan, yakni Desa Patampanua Kecamatan Matakali dan Kelurahan Manding Kecamatan Polewali.

Proyek Strategis Nasional TNI

Program jembatan gantung Garuda merupakan proyek strategis nasional yang dijalankan TNI untuk mendukung konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan. 

Komandan Kodim 1402 Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, menyatakan pembangunan saat ini telah memasuki tahap awal berupa pengukuran lokasi dan penggalian abutment. "Ini merupakan jembatan perintis Garuda pertama yang dibangun di Polewali Mandar. Hari ini sudah mulai tahap pengukuran dan penggalian abutment," ujarnya.

Spesifikasi Jembatan dan Kebutuhan Masyarakat

Jembatan gantung memiliki panjang sekitar 37 meter, lebar 1,2 meter, dan ketinggian 1,5 meter dari badan jalan. 

Struktur ini dirancang untuk menunjang aktivitas warga secara aman dan berkelanjutan. Letkol Ikhwan menekankan bahwa pembangunan jembatan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, sehingga partisipasi warga sangat diharapkan melalui kerja bakti bersama TNI.

Partisipasi Warga dan Dukungan Lokal

"Jembatan ini untuk masyarakat. Karena itu kami berharap partisipasi warga untuk bersama-sama bergotong royong selama proses pembangunan," ujar mantan Kainfolahta Pussenif Kodiklat TNI AD ini. 

Antusiasme warga terlihat tinggi, mereka secara sukarela membantu personel TNI dalam berbagai kegiatan pembangunan. Keterlibatan masyarakat menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan infrastruktur desa dan keselamatan warga.

Rencana dan Harapan ke Depan

Letkol Ikhwan menambahkan, masih ada beberapa titik lain di Polman yang direncanakan dibangun jembatan serupa. Saat ini, pihaknya telah mendata dan mengajukan sekitar 45 unit jembatan, baik tipe gantung maupun Aramco, kepada pemerintah pusat. 

Kepala Desa Patampanua, Mohammad Yusuf, menyambut baik pembangunan jembatan baru ini karena merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat dan menggantikan jembatan lama yang sudah membahayakan.

Terkini