Nikmati Nasi Uduk dan Ayam Goreng Viral yang Bikin Ketagihan di Jakpus

Senin, 09 Februari 2026 | 10:17:22 WIB
Nikmati Nasi Uduk dan Ayam Goreng Viral yang Bikin Ketagihan di Jakpus

JAKARTA - Bagi pencinta kuliner Betawi, Nasi Uduk Ibu Enin menjadi ikon rasa legendaris yang sulit dilupakan. 

Kedai kaki lima ini tetap ramai meski sudah beroperasi sejak 1970-an. Setiap hari, pengunjung rela antre untuk menikmati seporsi nasi uduk dengan ayam goreng yang gurih dan konsisten.

Berlokasi di Jalan Gunung Sahari XI, Jakarta Pusat, warung ini sempat viral karena sistem pemesanan uniknya. Pengunjung disarankan memesan terlebih dahulu agar tidak kehabisan. Meski harus menunggu, cita rasa legendaris dan bumbu kacang khas membuat antrean terasa layak.

Nasi Uduk Ibu Enin tak sekadar populer karena viralitas media sosial. Keunikan rasa dan porsinya yang mengenyangkan sudah menjadi rahasia lama pelanggan setia. Penikmat kuliner dari berbagai generasi tetap setia kembali untuk menikmati menu klasik ini.

Berawal dari Pikulan

Nasi Uduk Ibu Enin berawal dari usaha sederhana yang dipikul keliling sekitar Gunung Sahari. "Dulu, Ibu Enin jualan nasi uduk dari pikulan, sistemnya keliling, tapi sudah di sekitar Gunung Sahari," ungkap Iing Suwandi, generasi kedua. Perjalanan panjang ini membawa warung sederhana menjadi ikon kuliner Jakarta.

Seiring waktu, pelanggan terus bertambah hingga warung tenda didirikan. Usaha ini pun menjadi lebih stabil dan dikenal luas. Konsistensi rasa membuat warung ini tetap diminati meski persaingan kuliner semakin ketat.

Iing membantu meneruskan usaha dari mertua, menjaga kualitas yang sama selama puluhan tahun. Kesetiaan pelanggan menjadi bukti keberhasilan resep asli Bu Enin. Dari pikulan ke warung tenda, sejarah kuliner ini menjadi bagian budaya Jakarta.

Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Kepopuleran warung meningkat drastis setelah viral di media sosial. "Sekarang pelanggan bukan warga sekitar saja, tapi dari mana-mana," kata Iing. Untuk itu, sistem pemesanan sebelumnya diperkenalkan, bisa H-1 atau di pagi hari sebelum warung buka.

Nasi uduk dan ayam goreng di warung ini biasanya habis terjual dalam 2–3 jam. Agar tidak kehabisan, pelanggan disarankan pesan via WhatsApp. Namun jika stok masih cukup, datang langsung juga diperbolehkan.

Warung kini memiliki kios kecil bagi yang ingin makan di tempat. Suasana lebih nyaman tanpa harus berdesak-desakan. Pelayanan lebih terstruktur membantu menjaga kenyamanan pelanggan tetap prima.

Racikan Ayam Goreng yang Khas

Ayam goreng di Nasi Uduk Ibu Enin terkenal karena kelezatan ayam kampung. "Ayam kampung dipilih karena rasanya lebih gurih dibanding ayam negeri," ujar Iing. Setiap ayam diolah dengan bumbu ungkep kuning tradisional selama 1,5 jam sebelum digoreng.

Kulit ayam renyah, daging tetap lembut dan tidak kering. Racikan bumbu sederhana namun konsisten menjaga cita rasa selama puluhan tahun. Pelanggan pun tetap setia memburu ayam goreng yang legendaris ini.

Selain ayam, nasi uduk dibuat dari santan berkualitas dengan aroma khas harum. Kombinasi nasi, ayam, sambal, dan acar menjadi paket sempurna. Hal ini membuat menu tetap digemari dari generasi ke generasi.

Nasi Uduk sampai Acar Enak

Warung ini menggunakan lebih dari 40 ekor ayam kampung setiap hari. Beras sebanyak 15 liter diolah menjadi nasi uduk yang harum dan gurih. "Bumbu atau rempahnya sama saja, santannya lebih banyak supaya aromanya enak," tambah Iing.

Sambal kacang, sambal merah, dan acar timun bawang menjadi favorit pelanggan. "Acarnya yang selalu habis duluan setiap hari," kata Iing. Kombinasi ini membuat setiap porsi nasi uduk menjadi pengalaman kuliner yang lengkap.

Harga menu tetap terjangkau. Seporsi nasi uduk Rp 10.000, ayam goreng Rp 22.000, tahu dan tempe Rp 3.000, serta ati ampela Rp 7.000. Perpaduan rasa, aroma, dan porsi membuat warung ini diminati berbagai kalangan.

Rasa Nasi Uduk dan Ayam Goreng Konsisten

Nasi uduk di sini selalu harum dan gurih tanpa tambahan apapun. Ayam goreng menyerap bumbu hingga ke dalam daging, tetap lembut meski menggunakan ayam kampung. Menu pelengkap seperti sambal dan acar melengkapi cita rasa secara sempurna.

Konsistensi rasa menjadi kunci keberhasilan warung ini. Pelanggan lama dan baru selalu kembali karena rasa yang sama setiap hari. Bahkan viralitas media sosial semakin memperluas basis pelanggan.

Untuk menikmati Nasi Uduk Ibu Enin, pengunjung bisa memesan via WhatsApp agar tidak kehabisan. Nomor pemesanan tersedia untuk mempermudah pelanggan. Dengan cara ini, pengalaman kuliner legendaris tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas.

Warung ini membuktikan bahwa resep sederhana dengan konsistensi tinggi dapat bertahan puluhan tahun. Setiap seporsi nasi uduk dan ayam goreng menghadirkan rasa autentik yang sulit ditiru. Keberhasilan Nasi Uduk Ibu Enin menjadi bukti bahwa cita rasa dan tradisi bisa berjalan beriringan.

Terkini