Naik Kelas Jadi BUMN Kinerja BSI 2025 Solid Ubah Peta Perbankan

Senin, 09 Februari 2026 | 15:47:31 WIB
Naik Kelas Jadi BUMN Kinerja BSI 2025 Solid Ubah Peta Perbankan

JAKARTA - Peta jalan industri perbankan nasional mengalami pergeseran signifikan seiring dengan penguatan peran lembaga keuangan syariah di kancah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bukan lagi sekadar alternatif, perbankan syariah kini tampil sebagai motor utama pertumbuhan yang resilien di tengah dinamika ekonomi global. Ditopang ekonomi makro yang kuat pada 2025 dan dukungan kebijakan pemerintah terutama izin khusus sebagai bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa model bisnis berbasis syariah mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern yang dinamis. Per Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 318,84 triliun, naik 14,49 persen (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp 285,70 triliun atau 90 persen dari total outstanding pembiayaan.

Komitmen Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Segmen Ritel

Visi BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka-angka besar, tetapi juga dari keberpihakannya pada sektor produktif yang menyentuh masyarakat luas. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan, penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN, dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Efektivitas fungsi intermediasi menjadi kunci di balik capaian ini. "Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujar Anggoro. Kualitas pembiayaan pun tetap terjaga dengan NPF gross di level 1,81 persen dan NPF Nett 0,47 persen, sebuah prestasi yang lahir dari disiplin manajemen risiko.

Optimalisasi Dual License dan Inovasi Bank Emas

Keunggulan kompetitif BSI semakin diperkuat dengan adanya fleksibilitas lisensi yang memungkinkan perseroan menjangkau ekosistem unik. Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan. BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank.

Langkah strategis sebagai bullion bank memberikan dampak yang fenomenal terhadap basis nasabah. License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas, dan Gadai Emas. Sementara itu, Tabungan Haji telah melampaui angka 6 juta rekening dengan pertumbuhan signifikan di kalangan pegawai negeri daerah.

Sinergi BSI dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah

BSI tidak hanya berfokus pada sisi komersial, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program sosial-ekonomi. Selain bullion bank dan penempatan dana SAL sebesar Rp 10 triliun, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1.350 virtual account Mitra BGN. Peran ini mempertegas status BSI sebagai BUMN yang memiliki fungsi agen pembangunan.

Dukungan terhadap sektor perumahan dan pemberdayaan UMKM juga terus dipacu melalui penyaluran KUR sebesar Rp 12,2 triliun serta Program 3 Juta Rumah FLPP yang mencapai Rp 3,5 triliun. Capaian laba bersih sebesar Rp 7,57 triliun, yang naik 8,02 persen (YoY), menjadi bukti bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan bisnis yang menguntungkan.

Transformasi Digital dan Ekspansi Jangkauan Nasabah

Pertumbuhan jumlah nasabah yang kini mencapai 23,1 juta orang menjadi indikator tingginya kepercayaan publik. Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap, pertambahan customer base antara lain berasal dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas, dan payroll. ”Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen,’’ jelas Anton.

Kekuatan ini didukung oleh penetrasi teknologi melalui aplikasi BYOND by BSI yang telah memiliki 5,9 juta pengguna serta ribuan jaringan fisik di seluruh pelosok negeri. Transformasi IT dilakukan guna memastikan layanan tetap cepat, aman, dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pusat kota hingga ke daerah-daerah terpencil.

Kontribusi Sosial dan Kemanusiaan yang Berkelanjutan

Menutup laporan tahun buku 2025, BSI menegaskan bahwa keberhasilannya dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai aksi filantropi Islam. Sepanjang 2025, BSI secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat dengan lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, hingga pengelolaan 77 Desa BSI.

BSI juga menunjukkan respons cepat terhadap bencana, khususnya di Aceh, melalui pengiriman bantuan logistik lebih dari 200 ton, pembangunan Huntara, serta dukungan infrastruktur telekomunikasi darurat. Dengan seluruh capaian ini, BSI tidak hanya sekadar mengubah peta perbankan, tetapi juga menetapkan standar baru tentang bagaimana sebuah bank syariah milik negara dapat menjadi pilar kekuatan ekonomi dan kemanusiaan di Indonesia.

Terkini