Harga Beras Tetap Stabil Berkat Penyerapan Gabah Petani oleh Bulog Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:16:33 WIB
Harga Beras Tetap Stabil Berkat Penyerapan Gabah Petani oleh Bulog Aceh

JAKARTA - Upaya menjaga stabilitas harga gabah terus dilakukan di berbagai daerah. 

Aceh menjadi salah satu wilayah yang aktif mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional. Peran Bulog dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan harga di tingkat petani.

Bulog Aceh Serap 6.547 Ton Gabah Petani, Jaga Stabilitas Harga menjadi gambaran nyata langkah konkret di lapangan. Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh telah menyerap ribuan ton gabah petani. Langkah ini dilakukan untuk mendukung target penyerapan nasional.

Penyerapan gabah tersebut menjadi bagian dari program pemerintah. Target nasional penyerapan gabah ditetapkan sebesar 4 juta ton. Aceh berkontribusi aktif melalui optimalisasi musim panen.

Capaian Penyerapan Gabah Petani

Hingga saat ini, Bulog Kanwil Aceh mencatat penyerapan gabah kering panen petani sekitar 6.547 ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3.326,01 ton beras. Angka ini menunjukkan capaian signifikan di wilayah Aceh.

Penyerapan dilakukan selama musim panen berlangsung. Beberapa kabupaten sentra produksi padi menjadi fokus kegiatan. Proses ini memastikan gabah petani terserap optimal.

Kegiatan penyerapan dilakukan langsung dari petani. Skema ini memberikan kepastian pasar bagi hasil panen. Petani mendapatkan saluran penjualan yang jelas.

Komitmen Bulog Dukung Ketahanan Pangan

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penyerapan gabah menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Kontribusi daerah diharapkan memperkuat target nasional.

“Penyerapan gabah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta berkontribusi terhadap pencapaian target penyerapan gabah pemerintah sebesar 4 juta ton secara nasional,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Bulog di sentra produksi. Petani didorong untuk menjual gabahnya ke Bulog. Pola ini memperkuat peran negara dalam sektor pangan.

Perlindungan Harga untuk Petani

Penyerapan gabah dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah. Kebijakan ini memberikan kepastian harga bagi petani. Perlindungan dari fluktuasi harga menjadi tujuan utama.

“Penyerapan gabah dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan terlindungi dari fluktuasi harga saat panen,” ujarnya.

HPP menjadi instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan petani. Harga yang stabil membantu petani merencanakan usaha tani. Kepercayaan petani terhadap Bulog pun meningkat.

Dengan harga yang terjaga, aktivitas panen menjadi lebih tenang. Petani tidak terburu-buru menjual gabah dengan harga rendah. Stabilitas ini berdampak pada keberlanjutan produksi.

Ketahanan Stok di Tengah Tantangan

Bulog Kanwil Aceh tetap berupaya memupuk stok meski menghadapi tantangan. Beberapa wilayah sentra produksi terdampak bencana. Kondisi ini tidak mengurangi upaya penyerapan.

Ia menjelaskan bahwa stok beras tetap terjaga. Bulog memastikan cadangan pangan tetap aman. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat. “Hal ini terbukti saat bencana kemarin, stok beras kita sangat aman,” terangnya.

Keamanan stok menjadi bukti kesiapan Bulog. Cadangan pangan menjadi penyangga saat terjadi gangguan. Aceh dinilai memiliki ketahanan stok yang baik.

Ajakan Kolaborasi dan Cadangan Pemerintah

Selain menjaga harga, penyerapan gabah juga memperkuat Cadangan Beras Pemerintah. Cadangan ini digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis. Mulai dari stabilisasi harga hingga penanganan bencana.

“Sehingga kami mengimbau kepada seluruh penggilingan padi, ayo bersama-sama kita wujudkan swasembada pangan nasional, khususnya untuk wilayah Aceh,” ajak Ihsan.

Cadangan Beras Pemerintah juga mendukung penyaluran bantuan sosial. Ketersediaan stok menjadi kunci dalam situasi darurat. Bulog menyiapkan cadangan secara berkelanjutan.

Bulog Kanwil Aceh menegaskan penyerapan gabah akan terus dilakukan. Kegiatan ini berjalan selama masa panen berlangsung. Petani dan kelompok tani diharapkan memanfaatkan program ini.

Petani dapat menjual gabah melalui mitra resmi Bulog. Gudang Bulog yang telah ditetapkan siap menerima gabah. Sinergi ini diharapkan memperkuat swasembada pangan di Aceh.

Terkini