Danantara Optimistis Laba BUMN Capai Rp600 Triliun Pada 2029 Mendatang

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:18:21 WIB
Danantara Optimistis Laba BUMN Capai Rp600 Triliun Pada 2029 Mendatang

JAKARTA - Danantara menegaskan optimisme terhadap laba konsolidasi BUMN hingga 2029. 

Badan pengelola investasi ini menargetkan pertumbuhan laba yang signifikan setiap tahunnya. Proyeksi ini menjadi tolok ukur keberhasilan strategi pengelolaan aset BUMN yang dijalankan secara bertahap.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan target laba 2026 sebesar Rp360 triliun. Target ini akan terus meningkat seiring proses konsolidasi BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara. Strategi ini sekaligus menegaskan ambisi Danantara dalam mengelola aset berskala besar secara global.

Dony menambahkan, proyeksi laba 2027 ditargetkan paling tidak Rp400 triliun. Kenaikan ini diharapkan seiring pengembangan Danantara Asset Management. Pendekatan ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk tahun-tahun mendatang.

Sejarah Kinerja Laba BUMN

Secara historis, laba BUMN pada 2025 mencapai Rp332 triliun dalam kondisi normalisasi. Namun, pencatatan impairment sebesar Rp55 triliun dilakukan sebagai bagian dari perbaikan fundamental. Akibatnya, realisasi laba berada di kisaran Rp280 triliun hingga Rp295 triliun, tetap menunjukkan kinerja positif.

Pendekatan perbaikan fundamental ini menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas keuangan BUMN. Dengan upaya tersebut, Danantara memastikan aset tetap produktif dan mampu mendukung laba jangka panjang. Hal ini sekaligus membangun kepercayaan pemangku kepentingan terhadap pengelolaan BUMN.

Kinerja historis juga menjadi dasar bagi perencanaan strategi ke depan. Analisis tren laba BUMN memungkinkan Danantara menyesuaikan target dan fokus proyek secara lebih tepat. Hal ini penting agar pertumbuhan laba tetap konsisten hingga 2029.

Proyek Strategis dan Hilirisasi

Tahun ini, Danantara tengah menjalankan sejumlah proyek strategis. Tercatat 41 proyek sedang dikerjakan, termasuk 20 proyek hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk BUMN. Selain itu, terdapat 21 program transformasi BUMN, termasuk merger dan konsolidasi aset strategis.

Proyek hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional BUMN. Sementara program transformasi mendukung integrasi dan sinergi antar BUMN. Kombinasi kedua strategi ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan.

Dony menekankan bahwa pengelolaan proyek dilakukan secara terstruktur dan terukur. Setiap proyek dipantau secara berkala untuk memastikan pencapaian target. Pendekatan ini menjadi bukti profesionalisme Danantara dalam mengelola aset dan investasi BUMN.

Peran Danantara di Kancah Global

Capaian laba yang diproyeksikan menempatkan Danantara sebagai entitas pengelola aset berskala besar secara global. Laba yang dihasilkan nantinya akan dikelola melalui Danantara Investment Management untuk mendukung investasi lanjutan. Hal ini sekaligus menegaskan posisi strategis Danantara di dunia investasi internasional.

Optimisme menuju laba Rp600 triliun pada 2029 menjadi pendorong pengembangan kapabilitas internal. Perencanaan strategis, manajemen risiko, dan inovasi menjadi fokus utama untuk mencapai target tersebut. Keberhasilan ini diharapkan menegaskan kepercayaan pasar terhadap kemampuan Danantara.

Selain BUMN, Danantara juga menargetkan partisipasi dalam pengelolaan saham swasta. Langkah ini diambil untuk memperluas portofolio dan meningkatkan diversifikasi aset. Strategi ini memperkuat posisi Danantara sebagai pengelola investasi yang inklusif dan adaptif terhadap pasar global.

Harapan dan Prospek Laba 2026–2029

Target laba Rp360 triliun pada 2026 menjadi langkah awal menuju Rp600 triliun pada 2029. Pertumbuhan ini sejalan dengan konsolidasi aset dan pengembangan proyek strategis BUMN. Prospek ini juga menunjukkan kapasitas Danantara dalam memaksimalkan potensi investasi nasional.

Laba yang meningkat akan kembali dialokasikan untuk mendukung kegiatan investasi lanjutan. Strategi ini menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi negara. Dengan pendekatan ini, Danantara optimis mampu menempatkan BUMN sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Pendekatan ini juga mencerminkan manajemen yang profesional dan berorientasi hasil. Fokus pada hilirisasi, transformasi, dan konsolidasi memastikan pertumbuhan laba tetap stabil. Danantara Pede Laba BUMN Tembus Rp600 T pada 2029 menjadi bukti nyata keberhasilan strategi ini.

Terkini