Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:52:12 WIB
Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil

JAKARTA - Pesatnya pertumbuhan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal Tiongkok tengah berada di bawah mikroskop global. Di tengah ekspansi agresif merek-merek seperti BYD yang berhasil menggeser dominasi Tesla pada tahun 2025, muncul tantangan serius terkait reliabilitas teknologi. Kabar terbaru datang dari Shanghai, di mana produsen EV Nio secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) unit dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi produsen domestik.

Langkah ini menjadi peringatan penting bagi industri otomotif bahwa kecepatan inovasi dan ekspansi pasar harus tetap berjalan selaras dengan standar keselamatan yang ketat. Meskipun merek-merek seperti Xpeng, Wuling, dan Chery mulai mendominasi jalanan dunia termasuk Indonesia, kasus yang menimpa Nio menunjukkan bahwa tantangan teknis tetap menjadi batu sandungan yang nyata bagi para pemain baru di sektor ini.

Rekor Penarikan Kembali Akibat Malfungsi Perangkat Lunak

Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa, 10 Februari 2026, Nio terpaksa menarik 246.229 unit kendaraannya dari pasar. Angka ini mencatatkan sejarah sebagai recall terbesar yang pernah dilakukan oleh produsen EV dalam negeri Tiongkok. Keputusan drastis ini diambil setelah ditemukan adanya masalah pada sistem perangkat lunak yang berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan bagi penggunanya.

Masalah teknis tersebut bukan perkara sepele. Penarikan ini mencakup model-model populer Nio, yakni ES8, ES6, dan EC6 yang diproduksi dalam rentang waktu yang cukup panjang, mulai dari 16 Maret 2018 hingga 16 Januari 2023. Informasi ini secara resmi dirilis oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar pada Senin, 9 Februari 2026 waktu setempat.

Potensi Bahaya Padamnya Panel Instrumen Digital

Inti dari permasalahan yang memicu recall massal ini adalah kerentanan pada perangkat lunak yang mengontrol tampilan informasi krusial bagi pengemudi. Regulator mengungkapkan bahwa beberapa unit EV tersebut memiliki bug yang dapat menyebabkan pemadaman sementara pada panel instrumen dan layar kontrol pusat secara tiba-tiba saat kendaraan sedang digunakan.

Kondisi layar yang gelap secara mendadak tentu sangat membahayakan, karena pengemudi kehilangan akses terhadap informasi kecepatan, status baterai, hingga navigasi. "Beberapa EV ini memiliki masalah software yang dapat menyebabkan pemadaman sementara pada panel instrumen dan layar kontrol pusat," tulis pernyataan resmi regulator pasar tersebut.

Skala Dampak dan Perbandingan dengan Kasus Xiaomi

Besarnya skala penarikan ini dapat terlihat dari perbandingannya dengan volume bisnis Nio secara keseluruhan. Jumlah 246.229 unit tersebut setara dengan sekitar tiga perempat dari total volume penjualan Nio sepanjang tahun 2025. Angka ini jauh melampaui kasus penarikan unit yang pernah dilakukan oleh raksasa teknologi Xiaomi pada September 2025 lalu.

Sebagai perbandingan, Xiaomi sebelumnya sempat melakukan penarikan terhadap lebih dari 115.000 sedan listrik SU7 miliknya. Saat itu, Xiaomi melakukan pembaruan perangkat lunak untuk memperbaiki potensi masalah keselamatan pada fitur bantuan mengemudi. Kasus Nio saat ini secara efektif menggandakan rekor penarikan Xiaomi, mempertegas tekanan yang sedang dihadapi oleh produsen yang berbasis di Shanghai tersebut.

Mekanisme Perbaikan Melalui Pembaruan Jarak Jauh (OTA)

Menanggapi situasi ini, Nio berencana memanfaatkan teknologi Over-the-Air (OTA) untuk meminimalisir kendala bagi para pemilik kendaraan. Perusahaan akan melakukan pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh untuk memperbaiki bug tersebut tanpa mengharuskan semua pemilik datang ke bengkel fisik.

Namun, bagi kendaraan yang tidak memungkinkan untuk diperbarui secara jarak jauh karena kendala konektivitas atau masalah teknis lainnya, Nio akan menerapkan peningkatan secara manual melalui pusat layanan resmi mereka. Mekanisme ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah dengan cepat sebelum terjadi insiden di jalan raya.

Recall Zeekr: Masalah Keamanan pada Komponen Baterai

Di waktu yang hampir bersamaan, tekanan terhadap industri EV China juga datang dari merek Zeekr. Berbeda dengan Nio yang berurusan dengan perangkat lunak, Zeekr menghadapi masalah pada komponen fisik yang sangat vital. Berdasarkan pernyataan lain dari regulator pasar pada Senin, 9 Februari, Zeekr akan menarik kembali 38.277 kendaraannya.

Permasalahan pada Zeekr disebabkan oleh adanya bahaya keselamatan yang berasal dari baterai daya. Mengingat baterai adalah komponen paling mahal dan berisiko pada kendaraan listrik, penarikan ini menambah panjang daftar evaluasi kualitas bagi produk-produk otomotif asal Negeri Tirai Bambu tersebut di mata konsumen internasional.

Tanggung Jawab Produsen di Tengah Persaingan Global

Serangkaian aksi penarikan kembali oleh Nio dan Zeekr ini menjadi pengingat bahwa kepuasan pelanggan tidak hanya dibangun dari fitur yang canggih atau harga yang kompetitif, melainkan dari jaminan keselamatan yang tak bisa dikompromikan. Bagi Nio, mampu menangani recall sebesar tiga perempat volume penjualannya adalah ujian berat bagi manajemen dan loyalitas konsumennya.

Transparansi dalam mengakui kesalahan perangkat lunak dan kecepatan dalam memberikan solusi melalui pembaruan sistem akan menjadi kunci bagi produsen EV China untuk tetap mempertahankan kepercayaan pasar dunia. Di tengah ambisi untuk terus menyingkirkan pemain lama, pembenahan kualitas internal menjadi keharusan agar ekspansi agresif mereka tidak terhenti oleh masalah keselamatan dasar.

Terkini