JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pemberian subsidi bahan pokok di Pasar Badung, Denpasar, Bali.
Tujuannya adalah memastikan harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga wajar. Saat meninjau lapak pedagang cabai, Wapres bertanya, “Ini yang mana saja dapat subsidi?”
Ia ingin memastikan bahwa bantuan sampai ke pedagang yang membutuhkan dan tepat sasaran. Pemerintah daerah diminta aktif menyesuaikan subsidi agar masyarakat terbantu. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap kebutuhan pokok warga.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan arahan Wapres. Pemkot Denpasar memang rutin memberikan subsidi ketika harga komoditas naik. Hal ini diharapkan membantu menekan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Subsidi untuk Komoditas Strategis
Hari ini, Pemkot Denpasar memberikan subsidi untuk cabai rawit dan cabai besar sebesar Rp3.000 per kilogram. Langkah ini dilakukan karena harga cabai sedang melonjak akibat kondisi cuaca. Pemberian subsidi bertujuan agar masyarakat tetap bisa membeli cabai tanpa terbebani harga tinggi.
“Ini memberikan subsidi dalam rangka menjaga inflasi yang sekarang tembus 3,6 persen secara tahunan, tapi yang diberikan subsidi Rp3.000 penurunan harga hanya di beberapa pos,” ujar Jaya Negara. Strategi ini dipilih untuk mengalokasikan anggaran secara efisien. Subsidi difokuskan pada komoditas paling berpengaruh terhadap inflasi dan kebutuhan masyarakat.
Selain cabai, kenaikan harga juga mulai terlihat pada daging ayam. Dalam sepuluh hari terakhir, harga naik dari Rp36 ribu per kilogram menjadi Rp45 ribu. Meskipun begitu, beberapa bahan pokok lain relatif stabil sehingga tekanan inflasi bisa dikendalikan.
Pesan Wapres untuk Perluasan Subsidi
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menjelaskan bahwa Wapres memberi pesan agar subsidi diperluas ke lebih banyak pedagang. Saat ini rata-rata delapan pedagang per komoditas mendapatkan bantuan setiap hari. Perluasan ini diharapkan membuat dampak subsidi lebih merata dan signifikan.
Langkah perluasan subsidi dipertimbangkan dengan hati-hati karena pemberian besar-besaran akan memerlukan anggaran yang signifikan. Saat ini, Perumda Pasar menganggarkan Rp500 juta per tahun untuk subsidi di pasar-pasar Denpasar. Meskipun terbatas, pihak pengelola tetap berupaya meningkatkan jumlah pedagang yang menerima bantuan sesuai arahan Wapres.
“Wapres sarankan kami melakukan subsidi untuk menekan inflasi tapi agar kuantitasnya diperbanyak, sedangkan kami hitung-hitung melakukan subsidi besar-besaran tentu akan menguras anggaran,” kata Kompyang Wiranata. Arahan ini menjadi pedoman agar subsidi tetap efektif dan berkelanjutan.
Dampak Cuaca terhadap Harga Cabai
Kenaikan harga cabai rawit dan cabai besar dipicu oleh musim hujan yang menyelimuti Bali belakangan ini. Harga cabai rawit semula Rp70 ribu per kilogram naik menjadi Rp75 ribu, bahkan hari ini menyentuh Rp85 ribu. Lonjakan harga ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah menyalurkan subsidi.
Kondisi ini juga berdampak pada daging ayam, yang mengalami kenaikan harga signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, harga naik hingga mencapai titik tertinggi yang pernah dicatat oleh pedagang. Dengan demikian, subsidi dianggap penting untuk mencegah lonjakan inflasi lebih tinggi.
Harga bahan pokok lain relatif stabil, misalnya cabai merah besar Rp35 ribu per kilogram, tomat Rp12 ribu per kilogram, bawang merah dan putih Rp35 ribu per kilogram, telur Rp53 ribu per krat, dan daging sapi Rp120 ribu per kilogram. Stabilitas harga ini menjadi penopang agar inflasi tidak meningkat drastis.
Strategi Pemerintah Mengendalikan Inflasi
Kunjungan Wapres menegaskan komitmen pemerintah menjaga harga kebutuhan pokok. Subsidi yang diberikan diharapkan membantu masyarakat tetap membeli bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, langkah ini juga mendukung stabilitas ekonomi regional.
Pemerintah daerah didorong untuk terus menyesuaikan subsidi berdasarkan kondisi pasar. Dengan pengelolaan yang tepat, subsidi dapat menjangkau pedagang yang paling terdampak kenaikan harga. Strategi ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara ketersediaan stok dan daya beli masyarakat.
Kemenkeu dan Pemkot Denpasar pun terus memonitor alokasi subsidi agar tepat sasaran. Penguatan koordinasi antarinstansi di pasar menjadi kunci keberhasilan. Arahan Wapres menjadi pedoman bagi semua pihak untuk mengoptimalkan manfaat subsidi bagi warga Denpasar.
Dahnil menegaskan, pengawasan terhadap pemberian subsidi bukan hanya tanggung jawab pasar, tetapi juga pemerintah daerah. Dukungan Wapres menjadi dorongan agar setiap kebijakan subsidi tepat guna. Dengan sinergi yang baik, masyarakat tetap terbantu meski harga beberapa komoditas mengalami kenaikan tajam.