Fery Penyeberangan Bardan Siantan Kembali Beroperasi Truk Besar Dilarang Melintas

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:43:04 WIB
Fery Penyeberangan Bardan Siantan Kembali Beroperasi Truk Besar Dilarang Melintas

JAKARTA - Layanan fery penyeberangan rute Bardan menuju Siantan resmi beroperasi kembali namun kendaraan jenis truk besar masih dilarang untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Kabar baik bagi warga Pontianak karena kapal KMP Jembatan Kapuas telah memulai aktivitasnya melayani penyeberangan Sungai Kapuas sejak hari kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak mengonfirmasi bahwa operasional ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di atas jembatan yang kian meningkat.

Meskipun sudah kembali aktif, kebijakan pembatasan kendaraan dilakukan demi menjaga keselamatan serta kelancaran proses naik dan turunnya penumpang di dermaga.

Hanya kendaraan roda dua serta mobil pribadi yang diperbolehkan melintas untuk sementara waktu guna mengevaluasi ketahanan teknis dari fasilitas dermaga yang baru.

Petugas di lapangan akan melakukan pengawasan ketat terhadap setiap kendaraan yang masuk untuk memastikan tidak ada truk besar yang mencoba melanggar aturan.

Kebijakan Operasional Penyeberangan Sungai Kapuas Terbaru

Layanan penyeberangan fery ini dibuka mulai pagi hari hingga malam hari guna memfasilitasi aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Pontianak Utara dan sekitarnya.

Penekanan pada pelarangan truk dan kendaraan besar dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis mengenai beban maksimal yang mampu ditopang oleh jembatan bergerak dermaga.

Masyarakat diharapkan dapat mematuhi arahan petugas agar proses penyeberangan dapat berjalan dengan tertib tanpa ada kendala teknis yang bisa membahayakan jiwa.

Layanan ini menjadi alternatif utama bagi warga yang ingin menghindari kemacetan panjang di Jembatan Kapuas 1 maupun Jembatan Kapuas 2 pada jam sibuk.

Pihak perhubungan juga memastikan bahwa seluruh fasilitas keselamatan di atas kapal fery sudah diperiksa dan dinyatakan sangat layak untuk beroperasi secara penuh.

Antrean kendaraan roda dua terpantau mulai memenuhi area dermaga seiring dengan tingginya antusiasme warga dalam menggunakan kembali jasa transportasi air yang sangat legendaris ini.

Dampak Sosial Ekonomi Bagi Warga Pontianak Utara

Beroperasinya kembali fery penyeberangan membawa dampak positif bagi para pedagang dan pekerja yang setiap harinya harus melintasi wilayah Sungai Kapuas untuk bekerja.

Efisiensi waktu perjalanan menjadi manfaat utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat karena jarak tempuh menuju pusat kota menjadi jauh lebih singkat sekarang.

Warga Pontianak Utara yang selama ini merasa terbebani dengan kepadatan jalur darat kini memiliki solusi transportasi yang jauh lebih cepat dan sangat nyaman.

Meskipun truk dilarang, pasokan barang kebutuhan pokok tetap lancar karena kendaraan angkutan kecil atau pikap masih diperbolehkan melintas dengan pengawasan beban yang ketat.

Pemerintah kota berharap keberadaan fery ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kedua sisi dermaga melalui aktivitas perdagangan masyarakat yang semakin sangat aktif.

Banyak pemilik warung di sekitar dermaga mulai merasakan kenaikan pendapatan seiring dengan kembalinya keramaian penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan kapal fery di pelabuhan.

Sistem Pengawasan Dan Keamanan Di Area Dermaga

Dishub Kota Pontianak menempatkan sejumlah personel di pintu masuk dermaga Bardan dan Siantan untuk melakukan sortir kendaraan secara manual maupun menggunakan sistem sensor.

Hal ini dilakukan guna mencegah kendaraan dengan beban berlebih atau truk tronton yang nekat masuk ke area penyeberangan yang dapat merusak struktur jembatan penyeberangan.

Koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus ditingkatkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar jalan menuju dermaga agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Penerangan di area dermaga telah diperbaiki guna menjamin keamanan penumpang yang melakukan penyeberangan pada malam hari di atas aliran Sungai Kapuas yang tenang.

Setiap unit kapal fery diwajibkan memiliki pelampung serta peralatan pemadam api ringan sebagai standar prosedur keselamatan pelayaran yang mutlak harus dipenuhi oleh setiap operator.

Monitoring berkala terhadap kondisi air sungai juga dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi pasang tinggi yang dapat mempengaruhi proses bongkar muat kendaraan dari kapal.

Evaluasi Rutin Dan Rencana Pengembangan Ke Depan

Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap operasional fery penyeberangan ini setiap pekan guna melihat efektivitasnya dalam mengurangi kemacetan kota secara keseluruhan.

Jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi yang stabil, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan unit kapal fery jika jumlah penumpang terus mengalami kenaikan signifikan.

Rencana perbaikan infrastruktur jalan akses menuju dermaga juga masuk dalam agenda pembangunan daerah guna memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengguna jasa transportasi air tersebut.

Integrasi moda transportasi antara fery dengan angkutan umum lainnya juga sedang dikaji agar masyarakat mendapatkan kemudahan akses transportasi publik yang jauh lebih terpadu.

Pihak pengelola dermaga terus diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan pelabuhan agar masyarakat merasa betah dan nyaman saat menggunakan fasilitas penyeberangan milik pemerintah kota.

Keberhasilan operasional fery ini menjadi tolok ukur bagi pengembangan transportasi sungai lainnya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Kalimantan Barat yang kaya sungai.

Informasi Jadwal Dan Tarif Penyeberangan Terbaru

Hingga Rabu 25 Februari 2026 tarif penyeberangan tetap diberlakukan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku tanpa adanya kenaikan biaya bagi para penumpang umum.

Jadwal operasional dimulai sejak pukul enam pagi hingga pukul sembilan malam dengan jeda keberangkatan antar kapal yang diatur sedemikian rupa agar sangat efisien.

Masyarakat dapat menanyakan informasi lebih lanjut mengenai detail tarif untuk berbagai jenis kendaraan kepada petugas resmi yang berjaga di loket pembayaran dermaga.

Penggunaan sistem pembayaran nontunai mulai diperkenalkan secara bertahap guna mempercepat proses transaksi serta meminimalisir adanya antrean panjang di pintu masuk dermaga penyeberangan.

Tetaplah berhati-hati selama berada di atas kapal dan pastikan kendaraan dalam kondisi mesin mati serta terkunci dengan benar selama proses penyeberangan berlangsung di sungai.

Mari kita jaga bersama fasilitas fery penyeberangan ini sebagai aset kota yang sangat berharga demi kemudahan mobilitas seluruh warga masyarakat Pontianak yang kita cintai.

Terkini