Erick Thohir: Listrik Desa dan Koperasi Merah Putih Jadi Prioritas BUMN

Jumat, 29 Agustus 2025 | 07:19:18 WIB
Erick Thohir: Listrik Desa dan Koperasi Merah Putih Jadi Prioritas BUMN

JAKARTA - Pemerataan pembangunan di desa kembali menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan pemerintah ke depan. Setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya elektrifikasi dan penguatan koperasi desa sebagai bagian dari visi Kabinet Merah Putih, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun memastikan dukungan penuh terhadap agenda strategis tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya siap melaksanakan Program Listrik Desa serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, kedua program ini tidak hanya berhubungan dengan pembangunan infrastruktur, melainkan juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil di pelosok.

“Kementerian BUMN siap menjalankan penugasan ini dengan penuh komitmen. Program Listrik Desa merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk melayani masyarakat kecil, terutama yang tinggal di daerah terpencil dan pelosok. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bentuk keberpihakan terhadap keadilan sosial,” ujar Erick.

10.068 Lokasi Jadi Sasaran Elektrifikasi

Program Listrik Desa yang digagas pemerintah bersama Kementerian BUMN diproyeksikan menjangkau 10.068 lokasi di seluruh Tanah Air. Jumlah tersebut menjadi bukti keseriusan negara dalam menutup kesenjangan akses energi antara kota besar dan kawasan pedalaman.

Bagi Erick, listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan juga pintu masuk bagi transformasi sosial-ekonomi masyarakat desa. Kehadiran listrik diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi, meningkatkan layanan pendidikan, hingga membuka peluang usaha baru berbasis desa.

Selain elektrifikasi, Erick juga menyoroti pentingnya penguatan koperasi. Ia menilai koperasi menjadi wadah strategis untuk mendorong roda ekonomi rakyat sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di pedesaan.

Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Instrumen Ekonomi

“Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga simbol kemandirian dan gotong royong. Dengan penguatan dari BUMN, koperasi desa akan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Erick.

Ia menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih akan diberi dukungan penuh dari BUMN agar memiliki kapasitas lebih kuat, khususnya dalam memangkas rantai pasok dan meningkatkan efisiensi distribusi. Dengan begitu, masyarakat desa dapat memperoleh akses ekonomi yang lebih luas, sekaligus terbebas dari ketergantungan pada tengkulak atau perantara yang kerap menekan harga komoditas desa.

Erick menekankan, pemberdayaan koperasi desa juga akan menciptakan sistem ekonomi yang lebih tangguh. Masyarakat desa tidak hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan, melainkan berperan aktif sebagai pelaku utama.

Koordinasi dengan Daerah dan BUMN Terkait

Dalam implementasinya, Kementerian BUMN tidak akan berjalan sendiri. Erick memastikan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga perusahaan BUMN terkait, akan dilakukan secara intensif.

Hal ini bertujuan agar program yang diusung Presiden Prabowo benar-benar sampai ke masyarakat dan tidak berhenti pada tataran wacana. “Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil rakyat,” kata Erick.

Dengan dukungan lintas sektor, Erick optimistis Program Listrik Desa dan Koperasi Merah Putih dapat menjadi katalis bagi lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal.

Sejalan dengan Arah Kebijakan Presiden Prabowo

Sebelumnya, pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas mengenai perekonomian nasional di Istana Merdeka. Didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming serta jajaran Kabinet Merah Putih, rapat tersebut membahas berbagai isu strategis, antara lain ketahanan pangan, pengelolaan energi berbasis sampah, elektrifikasi desa, hingga penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

Agenda itu menegaskan bahwa pemerintah menempatkan desa sebagai titik sentral pembangunan. Listrik desa dan koperasi bukan hanya program sektoral, tetapi bagian dari strategi besar untuk memperkecil ketimpangan dan memperkuat fondasi ekonomi nasional dari bawah.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Jika terealisasi, keberadaan listrik di lebih dari 10 ribu lokasi akan memberi manfaat nyata bagi jutaan warga desa. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, fasilitas kesehatan bisa beroperasi optimal, dan pelaku UMKM desa memiliki peluang untuk berkembang.

Sementara itu, koperasi desa yang diperkuat BUMN berpotensi menjadi solusi permanen bagi masalah klasik pedesaan, seperti akses modal, distribusi hasil tani, hingga keterbatasan pasar. Dengan model ini, nilai tambah produk desa akan tetap berada di desa, tidak habis diambil oleh rantai distribusi yang panjang.

Pembangunan Inklusif sebagai Tujuan Akhir

Melalui dukungan BUMN, pemerintah ingin memastikan pembangunan inklusif benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri. Erick menekankan bahwa kehadiran negara tidak boleh hanya dinikmati oleh warga kota besar, melainkan harus menjangkau desa-desa terpencil.

Dengan Program Listrik Desa dan Koperasi Merah Putih, pemerintah meneguhkan komitmennya untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan pemerataan, di mana desa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama kota.c

Terkini

Honor X9c 5G: Baterai Jumbo & Kamera 108MP

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:33:27 WIB

Lava Ultra Play 5G: Layar Luas, Kamera Tajam

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:38:02 WIB

Realme 2 sampai 3 Jutaan: Smartphone Andal Dan Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:41:34 WIB

Advan G9 Pro: HP Tahan Lama Harga Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:46:12 WIB