Rekomendasi 6 Saham Andalan BNI Sekuritas

Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:19:41 WIB
Rekomendasi 6 Saham Andalan BNI Sekuritas

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap menjadi barometer utama bagi investor dalam menentukan strategi transaksi harian. Dalam situasi pasar yang penuh dinamika, rekomendasi dari analis sekuritas kerap dijadikan panduan untuk memperkuat arah keputusan. Kali ini, BNI Sekuritas kembali merilis daftar saham pilihan yang dinilai berpotensi menjadi sorotan.

Meski IHSG sebelumnya mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,2% atau bertambah 15,91 poin hingga menutup perdagangan di level 7.952,08, kondisi tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai sinyal kuat untuk pergerakan ke depan. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa penguatan IHSG disertai dengan adanya aksi jual bersih asing senilai Rp294 miliar. Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan jual yang masih cukup dominan dari investor global.

Saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi beberapa emiten besar. Di antaranya adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Aksi jual pada saham-saham tersebut menandakan adanya rotasi portofolio dan kehati-hatian investor dalam memilih sektor unggulan.

Fanny sendiri memperkirakan bahwa IHSG dalam perdagangan berikutnya justru berpotensi bergerak melemah. Menurutnya, level support indeks berada di kisaran 7.830–7.900, sementara resistance diperkirakan bertahan di rentang 8.000–8.050. Dengan kondisi tersebut, investor disarankan lebih selektif dalam menentukan saham yang akan dikoleksi.

Dalam riset yang diterbitkan, BNI Sekuritas menyodorkan enam saham pilihan yang direkomendasikan untuk diperhatikan. Saham-saham ini memiliki karakter berbeda, mulai dari sektor perbankan digital, properti, material baterai, hingga energi. Berikut ulasannya:

1. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)

Untuk BBYB, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy. Area beli disarankan berada pada kisaran Rp350–Rp354, dengan cut loss di bawah Rp346. Target harga terdekat yang diproyeksikan ada di kisaran Rp360–Rp366. Saham perbankan digital ini dianggap memiliki peluang teknikal untuk rebound dalam jangka pendek.

2. PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA)

Emiten sektor subsea ini juga masuk dalam radar sebagai speculative buy. BNI Sekuritas menyarankan area beli di Rp67 dengan cut loss di bawah Rp65. Target terdekat dipatok di rentang Rp71–Rp78. ATLA dilihat memiliki momentum positif meskipun masih berada dalam kisaran harga rendah.

3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

Saham berbasis material baterai ini direkomendasikan sebagai speculative buy. Area beli disarankan pada Rp434–Rp436 dengan cut loss di bawah Rp430. Target harga terdekat yang diperkirakan berada di Rp440–Rp446. MBMA menjadi salah satu saham yang menarik perhatian karena prospeknya di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik.

4. PT Sentul City Tbk (BKSL)

Dari sektor properti, BKSL menjadi pilihan spekulatif dengan rekomendasi beli di kisaran Rp138–Rp141, dengan cut loss di bawah Rp138. Target terdekat berada pada Rp145–Rp150. Emiten ini sering menjadi pilihan investor ritel karena harganya yang relatif terjangkau dengan potensi teknikal menarik.

5. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)

Untuk MINA, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy dengan area beli Rp175–Rp179, sementara cut loss disarankan di bawah Rp170. Target harga terdekat diproyeksikan di Rp186–Rp192. Saham ini dinilai punya potensi teknikal untuk menguat meski volatilitasnya cukup tinggi.

6. PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

Berbeda dari saham lainnya, CUAN direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Area beli dipatok di kisaran Rp1.560–Rp1.600 dengan cut loss di bawah Rp1.550. Target harga terdekat yang diperkirakan berada pada Rp1.650–Rp1.700. Saham ini dianggap masih menyimpan potensi penguatan jangka pendek meskipun disarankan masuk ketika harga melemah.

Strategi Investor dalam Menyikapi Rekomendasi

Rekomendasi yang diberikan BNI Sekuritas umumnya bersifat teknikal dengan pendekatan speculative buy maupun buy on weakness. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham pilihan tersebut memiliki peluang kenaikan, namun tetap memerlukan kehati-hatian dalam mengeksekusi. Bagi investor ritel, penting untuk memperhatikan level support dan resistance yang telah disebutkan.

Fenomena net sell asing yang cukup besar menjadi sinyal bahwa pasar masih diliputi ketidakpastian, terutama dari faktor eksternal. Oleh karena itu, menjaga disiplin dalam cut loss dan tidak terburu-buru menambah portofolio bisa menjadi strategi yang lebih bijak.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG sempat menguat tipis, arah pergerakan selanjutnya masih berpotensi tertekan. Rekomendasi enam saham dari BNI Sekuritas BBYB, ATLA, MBMA, BKSL, MINA, dan CUAN memberikan panduan bagi investor untuk tetap aktif namun selektif.

Dengan memperhatikan level teknikal, disiplin strategi cut loss, serta kesabaran menunggu momentum, investor diharapkan bisa memanfaatkan peluang yang muncul di tengah fluktuasi pasar.

Terkini

Honor X9c 5G: Baterai Jumbo & Kamera 108MP

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:33:27 WIB

Lava Ultra Play 5G: Layar Luas, Kamera Tajam

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:38:02 WIB

Realme 2 sampai 3 Jutaan: Smartphone Andal Dan Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:41:34 WIB

Advan G9 Pro: HP Tahan Lama Harga Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:46:12 WIB