IHSG Stabil, NCKL Jadi Saham Primadona

Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:04:47 WIB
IHSG Stabil, NCKL Jadi Saham Primadona

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan investor setelah berhasil menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Meski ada potensi aksi ambil untung, tren pergerakan indeks dipandang masih kokoh karena bertahan di atas level support. Di tengah kondisi pasar yang dinamis ini, sejumlah saham mendapat sorotan khusus dari analis, salah satunya adalah NCKL yang masuk dalam daftar rekomendasi beli bersama dengan MAPA dan FILM.

Menurut riset harian BRI Danareksa Sekuritas, peluang koreksi teknikal memang terbuka setelah IHSG menorehkan rekor baru di level 8.022. Namun, secara teknis tren penguatan indeks belum terganggu karena level support masih terjaga di 7.800. Dengan demikian, ruang untuk kembali menguat hingga menembus 8.000 masih cukup terbuka.

Analis BRI Danareksa menekankan bahwa pergerakan IHSG juga tak lepas dari sentimen eksternal, terutama dari bursa saham global. Wall Street yang ditutup menguat memberikan tambahan optimisme. Indeks Dow Jones berhasil naik 0,16% ke rekor baru, S&P500 melesat 0,32%, sementara Nasdaq menambah 0,53%. Kinerja positif pasar global inilah yang ikut menopang sentimen investor di Tanah Air.

Dalam kondisi seperti ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai memiliki prospek positif. Tiga nama yang masuk radar adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) dengan target harga Rp1.135–1.175, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPA) dengan target harga Rp670–705, serta PT MD Pictures Tbk. (FILM) dengan target Rp3.520–3.770. Sebaliknya, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) justru direkomendasikan jual.

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 15,91 poin atau 0,20% ke level 7.952. Bahkan, sepanjang sesi perdagangan sempat menembus rekor baru sepanjang masa di level 8.022. Meski mencatat kenaikan, data bursa menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp278,62 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) senilai Rp195,25 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp125,57 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp110,95 miliar.

Faktor pendorong penguatan IHSG kemarin salah satunya berasal dari kinerja positif sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mencatat lonjakan 6,57% hingga berada di level Rp342.900, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 2,26% menjadi Rp97.150. Selain itu, saham lapis dua dan tiga juga ikut memberikan kontribusi signifikan pada penguatan indeks.

Sejumlah emiten bahkan mampu menembus auto reject atas (ARA) dengan lonjakan harga yang mencolok. Misalnya, saham PT Gozco Plantations Tbk. (GZCO) naik 34,53% menjadi Rp187, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) melesat 34% menjadi Rp67, dan PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BSBK) menguat 33,80% ke Rp95. Tak hanya itu, saham PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) juga terbang 28,30% ke Rp68, sementara PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) naik 26% menjadi Rp63 meski tak sampai ARA.

Gelombang penguatan hingga batas atas juga dialami oleh sederet saham lain. PT Perdana Karya Perkasa Tbk. (KONI) melejit 25% ke Rp1.950, PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TEBE) naik 25% ke Rp1.750, dan PT OBM Drilchem Tbk. (OBMD) melompat 25% menjadi Rp312. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) turut melonjak 25% ke Rp550, PT Komet Infra Nusantara Tbk. (KMTR) naik 25% ke Rp360, serta PT Voksel Electric Tbk. (VOKS) yang bertambah 24,75% ke Rp252. Tak ketinggalan, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) naik 24,75% ke Rp2.470, PT Jasa Armada Raya Tbk. (JARR) menguat 24,72% menjadi Rp1.665, dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) naik 24,39% ke Rp510.

Melihat data tersebut, jelas bahwa euforia pasar masih cukup kuat, meskipun investor asing memilih melakukan aksi lepas di beberapa saham besar. Perpaduan antara saham berkapitalisasi besar yang stabil dengan emiten lapis dua dan tiga yang mencatat lonjakan harga membuat IHSG tetap mampu mencatatkan penguatan.

Kondisi pasar saat ini memberikan peluang bagi investor ritel maupun institusional untuk melakukan strategi yang lebih selektif. Dengan rekomendasi saham seperti NCKL, MAPA, dan FILM, investor diharapkan mampu memanfaatkan momentum tren positif indeks. Di sisi lain, aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai karena bisa memicu koreksi jangka pendek.

Secara keseluruhan, perjalanan IHSG menggambarkan bagaimana pasar modal Indonesia semakin atraktif di tengah kondisi global yang juga positif. Selama support teknikal masih bertahan, ruang penguatan indeks untuk menembus level psikologis 8.000 terbuka lebar. Saham-saham pilihan yang direkomendasikan analis bisa menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk menjaga portofolio tetap sehat sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan.

Dengan fondasi makroekonomi yang relatif kuat dan dukungan sentimen eksternal, pasar modal Indonesia diperkirakan tetap atraktif bagi investor. Tantangan berupa aksi ambil untung wajar terjadi, namun secara jangka menengah hingga panjang tren positif diyakini masih terjaga. Bagi pelaku pasar, selektivitas dalam memilih saham akan menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang di tengah dinamika pergerakan indeks.

Terkini

Honor X9c 5G: Baterai Jumbo & Kamera 108MP

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:33:27 WIB

Lava Ultra Play 5G: Layar Luas, Kamera Tajam

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:38:02 WIB

Realme 2 sampai 3 Jutaan: Smartphone Andal Dan Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:41:34 WIB

Advan G9 Pro: HP Tahan Lama Harga Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:46:12 WIB