JAKARTA - Upaya meningkatkan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus menjadi perhatian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN. Perusahaan pelat merah yang selama ini dikenal sebagai bank spesialis perumahan itu mencatatkan capaian signifikan, yakni berhasil merealisasikan sekitar 60 persen dari target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi pada tahun berjalan.
Langkah tersebut bukan hanya sebatas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga dibarengi dengan strategi jemput bola. BTN menggandeng komunitas-komunitas masyarakat hingga menyasar generasi muda dan kalangan pekerja baru agar penyerapan KPR subsidi bisa semakin luas.
Regional Office Head BTN Jateng-DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, menuturkan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran kredit rumah subsidi sebanyak 350.000 unit pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, BTN mengambil porsi dominan dengan jatah sekitar 220.000 unit atau setara 70 persen dari total kuota nasional.
“Dari 350.000 unit kuota rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah, BTN mengambil porsi 70 persen di KPR subsidi yang ada. Jadi kurang lebih 220.000 unit di tahun ini ada di BTN,” ujar Fitri dalam sebuah seminar bertajuk SMG Economic Insight: Merdeka Finansial dan Liku-liku Menuju 3 Juta Rumah yang digelar Solopos Media Group (SMG) bersama BRI dan Bank Jateng.
Dari total alokasi tersebut, BTN sudah menyalurkan kurang lebih 130.000 unit. Angka itu setara dengan 60 persen realisasi dari kuota yang diamanatkan. Fitri optimistis bahwa target 220.000 unit bisa terpenuhi hingga akhir tahun dengan dukungan strategi kolaborasi yang terus dijalankan.
“Sekitar 130.000 unit atau sekitar 60 persen sudah kami salurkan tahun ini. Dan mudah-mudahan bisa terserap semua 220.000 unit yang dicanangkan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Strategi Gandeng Komunitas
BTN tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit secara konvensional melalui kantor cabang. Untuk memastikan program perumahan rakyat berjalan optimal, perseroan merangkul berbagai komunitas sebagai mitra sosialisasi sekaligus penyaluran KPR subsidi.
“Kami bekerja sama dengan beberapa komunitas untuk menyalurkan KPR subsidi ini. Contohnya dengan komunitas ojol, kemudian komunitas cukur rambut, dll,” kata Fitri menjelaskan.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal, namun memiliki kebutuhan nyata terhadap hunian. Dengan cara tersebut, BTN berharap penyaluran KPR subsidi bisa lebih inklusif dan merata ke berbagai lapisan masyarakat.
Fokus Pegawai Baru dan Kalangan Muda
Selain menggandeng komunitas, BTN juga menargetkan pegawai baru di instansi pemerintah maupun swasta. Melalui sosialisasi yang masif, BTN memberikan informasi bahwa hanya dengan masa kerja satu tahun, karyawan sudah bisa mengajukan KPR subsidi.
Strategi ini dinilai relevan mengingat kebutuhan akan tempat tinggal biasanya muncul sejak awal seseorang memasuki dunia kerja. BTN ingin memastikan momentum tersebut tidak terlewatkan sehingga para pekerja baru bisa memiliki rumah lebih cepat.
Di sisi lain, generasi muda juga tidak luput dari perhatian BTN. Bank ini meluncurkan kampanye dengan tagline “Hidup Gak Cuma Tentang Hari Ini” untuk menggugah kesadaran milenial dan Gen Z bahwa memiliki rumah sejak dini merupakan langkah penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
“Ini sebenarnya menyasar kepada mereka. Kami sampaikan ajakan yuk beli rumah sejak hari ini,” tutur Fitri.
BTN bahkan melangkah lebih jauh dengan melakukan edukasi sejak bangku kuliah. Melalui program Bale Properti, mahasiswa diperkenalkan pada informasi mengenai berbagai proyek perumahan di seluruh Indonesia. Platform ini juga menyediakan layanan aplikasi KPR, sehingga mereka bisa belajar sekaligus mencoba simulasi pengajuan pembiayaan rumah sejak dini.
Mendukung Program Tiga Juta Rumah
Langkah agresif BTN tersebut juga sejalan dengan program nasional tiga juta rumah. Program ini menargetkan peningkatan akses hunian layak bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan perekonomian secara keseluruhan.
Dengan alokasi 220.000 unit rumah subsidi yang menjadi tanggung jawab BTN, kontribusi bank ini sangat krusial. Tingkat realisasi sebesar 60 persen pada pertengahan tahun menunjukkan keseriusan BTN dalam mengawal program pemerintah.
Melalui kombinasi strategi, mulai dari kemitraan komunitas, menyasar pekerja baru, edukasi generasi muda, hingga inovasi digital melalui Bale Properti, BTN berupaya menciptakan ekosistem kepemilikan rumah yang lebih terbuka.
Meski sudah mencatat capaian yang tinggi, BTN masih menghadapi tantangan untuk menyalurkan seluruh kuota yang diberikan. Salah satunya adalah bagaimana memastikan masyarakat memiliki akses informasi yang cukup dan merasa percaya diri dalam mengambil keputusan pembelian rumah melalui KPR subsidi.
Di sinilah peran edukasi menjadi penting. BTN tidak hanya menjual produk, melainkan juga membangun pemahaman bahwa kepemilikan rumah merupakan bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap secara mental maupun finansial ketika mengajukan kredit.
Fitri menegaskan, BTN terus berkomitmen untuk membantu masyarakat memiliki rumah pertama mereka. Baik melalui strategi lapangan, edukasi, maupun digitalisasi layanan, BTN berharap target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai dengan baik.
Dengan catatan realisasi yang sudah mencapai 130.000 unit, BTN menegaskan dirinya sebagai motor utama penyaluran KPR subsidi di Indonesia. Harapan besar pun terletak pada langkah-langkah yang tengah dijalankan agar seluruh kuota bisa diserap maksimal.