JAKARTA - Kabar buruk bagi mereka yang sedang merencanakan merakit PC atau menambah kapasitas penyimpanan laptop. Era SSD murah, terutama kapasitas 1 TB, yang sebelumnya menjadi pilihan populer bagi banyak konsumen, kini diprediksi akan berakhir. Pernyataan ini datang dari Kioxia, salah satu produsen memori flash terbesar di dunia, yang mengungkapkan bahwa harga SSD akan terus merangkak naik karena kelangkaan pasokan chip NAND flash yang semakin parah. Kioxia menjelaskan bahwa alasan utama di balik kelangkaan ini bukan lagi gangguan rantai pasok akibat pandemi, melainkan ledakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) yang sangat tinggi.
Krisis Pasokan Chip NAND Flash Global
Menurut Kioxia, kondisi pasokan chip memori saat ini sangat kritikal. Bahkan, mereka mengungkapkan bahwa seluruh persediaan chip NAND flash untuk tahun ini sudah terjual habis. Kioxia juga memperkirakan bahwa pasokan chip memori mereka kemungkinan besar sudah dipesan hingga tahun 2027. Artinya, produsen perangkat elektronik—mulai dari smartphone, laptop, hingga konsol game—harus berlomba-lomba untuk mendapatkan pasokan memori yang semakin terbatas. Akibatnya, biaya produksi akan meningkat, yang pada gilirannya akan membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi.
Permintaan dari Sektor AI Jadi Penyebab Utama
Sektor kecerdasan buatan (AI) adalah faktor utama yang mempengaruhi kelangkaan SSD dan chip NAND flash. Pusat data (data center) yang menggerakkan berbagai layanan AI, seperti pelatihan model AI dan pemrosesan data besar, membutuhkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar dan cepat. Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di sektor AI telah memborong pasokan chip memori dalam jumlah besar, yang mengakibatkan pasar konsumen menjadi kekurangan pasokan.
Kebutuhan penyimpanan untuk AI jauh lebih masif dibandingkan dengan perangkat konsumen biasa, sehingga korporasi besar yang berfokus pada AI menguasai sebagian besar pasokan memori yang tersedia, menyisakan sangat sedikit untuk pasar ritel. Dengan hukum ekonomi yang berlaku—yakni ketika permintaan tinggi sementara pasokan terbatas—harga tentu akan melonjak.
Harga SSD 1 TB Dipastikan Akan Naik
Pernyataan dari Kioxia sangat jelas: harga SSD kapasitas 1 TB, yang sebelumnya pernah menyentuh titik terendah dan menjadi pilihan utama bagi perakit PC, dipastikan akan meningkat dan sulit untuk kembali turun dalam waktu dekat. Hal ini sejalan dengan kelangkaan pasokan chip memori yang diprediksi akan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Konsumen yang sudah terbiasa dengan harga SSD 1 TB yang terjangkau kini harus siap menghadapi kenyataan bahwa harga perangkat ini akan terus merangkak naik.
Bagi banyak orang yang masih berharap bisa membeli SSD murah, Kioxia memberikan peringatan: jika Anda masih melihat SSD 1 TB dengan harga wajar di pasaran, ini bisa jadi adalah momen terakhir untuk membelinya sebelum harganya melesat. Jika Anda berencana membeli SSD dalam waktu dekat, disarankan untuk segara membeli sebelum harga terus melonjak.
Dampak pada Pasar PC dan Laptop
Kelangkaan SSD dan chip NAND flash ini tentunya akan memberikan dampak besar pada pasar PC dan laptop. Perakit PC dan para konsumen yang menginginkan peningkatan kapasitas penyimpanan di laptop mereka akan menghadapi tantangan baru, dengan harga SSD yang semakin mahal. Hal ini bisa memaksa banyak orang untuk menunda pembelian SSD baru atau beralih ke opsi penyimpanan yang lebih kecil kapasitasnya, meskipun SSD 1 TB selama ini dianggap sebagai standar untuk banyak pengguna.
Bagi produsen komputer dan perangkat keras, kelangkaan ini juga dapat menyebabkan peningkatan biaya produksi, yang akhirnya akan berdampak pada harga jual perangkat. Jika harga SSD terus naik, maka harga PC gaming, laptop high-end, atau server data center yang menggunakan SSD berkapasitas besar kemungkinan juga akan meningkat.
Prediksi Harga SSD Akan Terus Meningkat
Dengan adanya kelangkaan pasokan chip NAND flash dan ledakan permintaan dari sektor AI, tidak ada jaminan bahwa harga SSD akan turun dalam waktu dekat. Justru, kondisi ini diperkirakan akan berlangsung lama, bahkan beberapa tahun ke depan. Seiring dengan bertambahnya jumlah pusat data AI yang dibangun, permintaan untuk chip memori juga akan terus meningkat, yang membuat kelangkaan dan harga tinggi terus berlanjut.
Oleh karena itu, konsumen yang membutuhkan SSD kapasitas 1 TB sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli segera, sebelum harga terus melonjak. Produsen perangkat elektronik juga kemungkinan besar akan menghadapi peningkatan biaya produksi, yang akan mempengaruhi harga jual perangkat berbasis SSD di pasar.
Era SSD murah tampaknya sudah berakhir. Kelangkaan pasokan chip NAND flash yang dipicu oleh permintaan tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI) akan menyebabkan harga SSD, terutama kapasitas 1 TB, terus merangkak naik. Bagi konsumen yang sudah menunggu untuk membeli SSD atau merakit PC, ini adalah saat yang tepat untuk membeli sebelum harga melesat lebih tinggi lagi. Pasokan chip memori yang terbatas diprediksi akan bertahan hingga beberapa tahun mendatang, sehingga kelangkaan dan harga tinggi kemungkinan besar akan terus mengganggu pasar perangkat penyimpanan.