JAKARTA - Semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur gotong royong kembali berdenyut kencang di tanah Buton. Puluhan prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 823/Raja Wakaaka (Yonif TP 823/RW) turun langsung ke lapangan untuk menyingsingkan lengan baju bersama penduduk setempat. Fokus mereka satu: mempercepat penyelesaian pembangunan sarana ibadah di wilayah Sorawolio agar segera dapat memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat.
Aksi nyata yang berlangsung pada Minggu ini bukan sekadar bantuan tenaga fisik, melainkan manifestasi dari filosofi TNI yang berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Kehadiran para personel militer di tengah pemukiman warga memberikan energi tambahan dalam merampungkan rumah ibadah yang dinantikan oleh umat Muslim di lingkungan Komba-Komba, Kelurahan Kaisabu, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Sinergi Fisik di Jantung Kelurahan Kaisabu
Sejak matahari mulai meninggi pada pukul 08.00 Wita, suasana di lokasi pembangunan Masjid Al-Mujahirin tampak hidup. Personel Yonif TP 823/RW membaur tanpa sekat dengan warga, membagi tugas dalam berbagai aspek pekerjaan fisik bangunan. Mulai dari pengangkutan material hingga pengerjaan struktur utama masjid dilakukan dengan penuh semangat kekeluargaan.
Pengerjaan yang dilakukan secara terukur ini bertujuan agar masjid tersebut dapat segera difungsikan, terutama mengingat pentingnya sarana ibadah sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan bagi warga Sorawolio. Kecepatan pengerjaan tetap mengedepankan kualitas bangunan, agar nantinya masjid ini menjadi warisan fisik yang kokoh bagi generasi mendatang.
Membangun Kedekatan Emosional Melalui Aksi Teritorial
Dibalik deru alat bangunan dan peluh keringat, terdapat misi yang lebih dalam dari sekadar konstruksi beton. Komandan Batalion Yonif TP 823/Raja Wakaka, Letkol Infanteri Arkham Hidayat, S.Sos., M.M., melalui Pasi Intel Yonif TP 823/Raja Wakaka, Letda Infanteri Syamsul Alam, S.H., menegaskan bahwa karya bakti ini adalah jembatan komunikasi antara militer dan masyarakat sipil.
Letda Infanteri Syamsul Alam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan cara TNI untuk merespons kebutuhan nyata di lapangan. “Melalui kegiatan sosial dan keagamaan, TNI hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kebutuhan umat,” jelasnya di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang holistik. Dengan memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh publik, TNI berharap dapat memupuk rasa kepedulian sosial yang lebih tinggi serta memperkokoh persatuan bangsa di tingkat akar rumput. Kehadiran figur-figur seperti Letnan Dua Inf Andi Ruly dan Letnan Dua Inf Firman di lokasi mempertegas komitmen kepemimpinan lapangan TNI dalam mendukung pembangunan daerah.
Apresiasi Masyarakat Terhadap Dedikasi Prajurit Raja Wakaaka
Kegiatan karya bakti yang berjalan hingga pukul 11.00 Wita ini berlangsung dalam suasana yang sangat kondusif, tertib, dan lancar. Kelancaran koordinasi antara pihak militer yang diwakili Babinsa Kelurahan Sorawolio Praka Ikramullah dengan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci suksesnya aksi ini.
Warga yang terlibat merasa sangat terbantu dengan kehadiran para prajurit. Ucapan syukur dan apresiasi mengalir deras dari tokoh-tokoh lokal, termasuk Ketua RW Sorodin dan Siswanto selaku Ketua Pembangunan Masjid Al-Mujahirin. Bagi warga, bantuan dari Yonif TP 823/RW bukan hanya mempercepat pembangunan secara fisik, tetapi juga membangkitkan kembali moral dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Apresiasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tetap menjadi pilar pendukung utama dalam pembangunan infrastruktur sosial, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan percepatan akses fasilitas publik.
Harapan Pasca Pembangunan Masjid Al-Mujahirin
Dengan selesainya tahap percepatan ini, diharapkan proses pembangunan Masjid Al-Mujahirin dapat segera masuk ke tahap akhir. Masjid ini tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat sujud, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan edukasi bagi pemuda di Sorawolio.
Melalui sinergi yang telah ditunjukkan antara personel Yonif TP 823/RW dan masyarakat Baubau, Masjid Sorawolio akan berdiri sebagai simbol kuatnya persaudaraan antara penjaga kedaulatan negara dan rakyatnya. Langkah nyata ini menjadi catatan penting dalam sejarah pembangunan teritorial di Sulawesi Tenggara, di mana keringat prajurit dan warga menyatu dalam satu pondasi rumah ibadah.