Kemenag

Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta Pulihkan Madrasah Korban Longsor Cisarua Bandung

Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta Pulihkan Madrasah Korban Longsor Cisarua Bandung
Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta Pulihkan Madrasah Korban Longsor Cisarua Bandung

JAKARTA - Pemulihan pascabencana longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilakukan melalui berbagai dukungan pemerintah. 

Salah satu perhatian utama diarahkan pada keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah yang terdampak bencana. Kementerian Agama (Kemenag) pun menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap pemulihan sektor tersebut.

Bantuan ini menyasar pemulihan madrasah, guru, serta keluarga siswa yang terdampak langsung musibah longsor dan banjir. Kemenag menilai bahwa pendidikan berbasis madrasah memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga pemulihannya harus menjadi prioritas bersama.

Madrasah sebagai Ruang Pendidikan dan Kemanusiaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga memiliki peran sosial dan kemanusiaan yang kuat di tengah masyarakat. Dalam kondisi darurat sekalipun, madrasah tetap hadir sebagai ruang pengabdian dan pelayanan bagi warga sekitar.

Oleh karena itu, menurut Menag, pemulihan madrasah dan kesejahteraan para guru harus menjadi agenda utama agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal dan berkelanjutan.

“Madrasah ini sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan lembaga pendidikan dan para pendidiknya menghadapi dampak bencana sendirian.

Bantuan Rehabilitasi Rumah Guru Madrasah

Dari total bantuan yang disalurkan, Kemenag mengalokasikan dana sebesar Rp300 juta untuk rehabilitasi rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan parah akibat longsor dan banjir. Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses rekonstruksi agar rumah para guru kembali layak huni dan aman digunakan.

Kerusakan tempat tinggal menjadi salah satu dampak paling berat yang dirasakan para guru madrasah. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kehidupan pribadi mereka, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas mengajar. Melalui bantuan rehabilitasi ini, Kemenag berharap para guru dapat kembali fokus menjalankan tugas pendidikan setelah memiliki hunian yang lebih aman.

Bantuan ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi guru madrasah yang tetap berperan aktif dalam dunia pendidikan, meskipun berada dalam situasi sulit akibat bencana.

Bantuan Sewa Rumah bagi Guru Terdampak

Selain rehabilitasi rumah, Kemenag juga menyalurkan bantuan sewa rumah bagi 21 guru madrasah terdampak. Total nilai bantuan sewa rumah tersebut mencapai Rp126 juta.

Bantuan ini diberikan untuk memastikan para guru memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama proses pemulihan dan perbaikan rumah berlangsung. Dengan adanya tempat tinggal yang aman dan memadai, diharapkan para guru tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mendukung kelangsungan proses belajar mengajar di madrasah.

Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian Kemenag tidak hanya terfokus pada bangunan fisik madrasah, tetapi juga pada kondisi sosial dan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai ujung tombak pendidikan.

Santunan bagi Keluarga Siswa Korban Bencana

Dalam musibah longsor dan banjir di Cisarua, tidak hanya fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang terdampak, tetapi juga siswa dan keluarganya. Kemenag memberikan santunan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang wafat akibat bencana tersebut.

Total bantuan santunan yang disalurkan mencapai Rp160 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi wujud empati negara atas kehilangan yang dialami.

Santunan ini juga mencerminkan komitmen Kemenag untuk hadir dalam situasi duka, tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui bantuan konkret yang dapat membantu keluarga korban bertahan di masa sulit.

Penanganan Darurat dan Pendampingan Berkelanjutan

Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kemenag turut menyalurkan bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta. Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penanganan jenazah secara layak merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap korban serta bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

Ia memastikan bahwa bantuan yang disalurkan bukanlah langkah terakhir dalam proses pemulihan. Jajaran Kemenag di tingkat pusat dan daerah diminta untuk terus melakukan pendampingan, termasuk pendataan lanjutan terhadap kebutuhan madrasah, guru, dan keluarga terdampak.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan langkah ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali pulih.

Melalui rangkaian bantuan ini, Kemenag berupaya memastikan bahwa madrasah sebagai pilar pendidikan dan kemanusiaan dapat kembali menjalankan perannya secara optimal, sekaligus membantu para guru dan keluarga siswa bangkit dari dampak bencana longsor dan banjir di Cisarua.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index