BRI

Sinergi BRI Peduli Bantu Ribuan Warga Kurang Mampu di Tegal

Sinergi BRI Peduli Bantu Ribuan Warga Kurang Mampu di Tegal
Sinergi BRI Peduli Bantu Ribuan Warga Kurang Mampu di Tegal

JAKARTA - Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lokal kembali menjadi prioritas utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif BRI Peduli. Dalam sebuah langkah nyata untuk memperkuat jaring pengaman sosial di daerah, BRI menyasar wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sebagai titik pendistribusian bantuan kemanusiaan. Aksi sosial ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan representasi dari komitmen korporasi dalam menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar.

Bantuan yang disalurkan kali ini difokuskan pada pemenuhan pangan melalui pemberian 1.000 paket sembako. Total nilai bantuan yang digelontorkan mencapai Rp130 juta, sebuah angka yang mencerminkan besarnya skala perhatian perusahaan terhadap warga kurang mampu di pelosok Jawa Tengah. Melalui program ini, BRI berharap dapat menciptakan dampak instan yang dapat langsung dirasakan oleh dapur-dapur warga.

Kolaborasi Strategis Melalui Yayasan Anhar di Desa Wangandawa

Keberhasilan penyaluran bantuan sosial dalam skala besar tentu memerlukan kerja sama yang baik dengan mitra lokal. Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan, BRI Peduli menggandeng Yayasan Anhar sebagai mitra distribusi. Pemilihan yayasan ini didasarkan pada kredibilitas dan kedekatannya dengan komunitas di akar rumput.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis maupun langsung melalui Yayasan Anhar yang beralamat di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Momentum penyerahan bantuan berlangsung khidmat pada Sabtu. Dengan melibatkan lembaga lokal, BRI memastikan bahwa setiap paket sembako yang berisi kebutuhan pokok tersebut benar-benar sampai ke tangan warga yang secara ekonomi masuk dalam kategori kurang mampu di wilayah Kecamatan Talang dan sekitarnya.

Manifestasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI

Kegiatan pemberian ribuan paket sembako ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI. Sebagai salah satu institusi perbankan terbesar di tanah air, BRI menyadari bahwa eksistensi perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, program TJSL dirancang sedemikian rupa untuk menyentuh aspek-aspek krusial dalam kehidupan warga, salah satunya adalah ketahanan pangan.

Branch Manager BRI Kantor Cabang Tegal, Ardi Ahmad Muharam, memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi di balik gerakan ini. Menurut Ardi, program TJSL menjadi wujud nyata kontribusi BRI dalam membantu masyarakat sekitar, khususnya melalui pemberian bantuan kebutuhan pokok bagi warga yang membutuhkan. Baginya, perusahaan memiliki kewajiban moral untuk hadir sebagai solusi di tengah kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan untuk mendukung masyarakat sekitar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ujar Ardi dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan bahwa BRI tidak hanya mengejar profitabilitas bisnis, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai identitas perusahaannya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program dan Dukungan Publik

Selain memberikan manfaat jangka pendek, penyaluran sembako senilai Rp130 juta ini juga membawa pesan mengenai harapan masa depan. BRI berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti pada angka 1.000 paket saja. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, komitmen untuk berbagi pun diharapkan akan terus meningkat secara eksponensial. Ardi Ahmad Muharam menekankan pentingnya efektivitas bantuan agar benar-benar memberikan manfaat langsung dan dapat dirasakan oleh para penerima.

Lebih lanjut, keberhasilan program TJSL di masa mendatang juga sangat bergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat umum. Pertumbuhan bisnis perbankan yang sehat akan berbanding lurus dengan besarnya dana sosial yang dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk berbagai bantuan.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar BRI dapat terus menjalankan program serupa dengan cakupan yang lebih luas dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tandas Ardi. Hal ini menjadi ajakan bagi semua pihak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem sosial yang saling mendukung, di mana perusahaan besar bertindak sebagai katalisator dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar di daerah-daerah.

Dampak Sosial Ekonomi bagi Warga Tegal

Wilayah Kabupaten Tegal, khususnya Desa Wangandawa, menyambut positif inisiatif ini. Bantuan sembako yang terdiri dari bahan-bahan pokok esensial diharapkan mampu memberikan napas lega bagi warga dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka selama beberapa waktu ke depan. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terkadang tidak menentu, intervensi dari sektor swasta seperti yang dilakukan melalui BRI Peduli menjadi sangat krusial.

Langkah BRI ini juga diharapkan dapat memicu semangat gotong royong dan menginspirasi entitas bisnis lain di wilayah Jawa Tengah untuk turut serta berkontribusi dalam program-program kemanusiaan serupa. Dengan sinergi yang kuat antara sektor perbankan, yayasan sosial, dan masyarakat, maka tujuan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dapat lebih mudah tercapai.

Melalui program 1.000 paket sembako ini, BRI kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam uang, melainkan juga sahabat bagi masyarakat yang senantiasa hadir membawa kepedulian di waktu yang tepat. Fokus pada pemberdayaan dan bantuan sosial di tingkat lokal seperti yang terjadi di Tegal merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index