JAKARTA - Juventus memetik kemenangan meyakinkan 4-1 saat bertandang ke markas Parma di Stadio Ennio Tardini.
Kemenangan ini memperkuat posisi Si Nyonya Tua di empat besar Serie A dengan koleksi 45 poin. Rekor head-to-head mereka atas Parma semakin dominan, hanya satu kekalahan dari sepuluh pertemuan terakhir.
Tim asuhan Luciano Spalletti menampilkan permainan agresif sejak awal. Tekanan langsung diberikan kepada pertahanan Parma agar menguasai tempo laga. Juventus memanfaatkan peluang pertama melalui tendangan Francisco Conceição yang membentur tiang gawang.
Dominasi terus berlangsung hingga menit ke-15, saat Bremer berhasil membuka skor. Sundulan brilian bek Brasil itu menempatkan Juventus unggul 1-0. Momentum ini meningkatkan kepercayaan diri tim dan memaksa Parma bermain lebih hati-hati.
McKennie dan David Perkuat Keunggulan Juventus
Weston McKennie menambah keunggulan Juventus pada menit ke-37 melalui tendangan voli memukau. Gol ini mempertegas kontrol Juventus atas jalannya pertandingan. Tuan rumah Parma berupaya membalas, tetapi lini pertahanan Juventus tetap solid.
Memasuki babak kedua, Parma berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit ke-51. Kesalahan itu terjadi saat Cambiaso salah mengantisipasi umpan rendah dari Circati. Meskipun begitu, Juventus tetap tenang dan langsung menyiapkan serangan balasan.
Bremer kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54. Sundulan memanfaatkan bola pantul McKennie memperlebar keunggulan menjadi 3-1. Juventus semakin percaya diri menghadapi tekanan tuan rumah dan terus mendominasi permainan.
Jonathan David menutup pesta gol Juventus pada menit ke-64. Pemain asal Kanada ini memanfaatkan bola tepisan kiper Parma untuk mencetak gol rendah. Skor 4-1 mencerminkan performa impresif Juventus sepanjang pertandingan.
Analisis Serangan dan Pertahanan Juventus
Serangan Juventus didukung umpan silang dan koordinasi lini tengah yang baik. Para pemain tampak memahami peran masing-masing dalam setiap serangan. Lini pertahanan juga solid, mampu meredam peluang lawan meskipun satu gol bunuh diri tercipta.
Francisco Conceição menunjukkan kecepatan dan akurasi dalam membangun peluang. Peran Pierre Kalulu dalam menyalurkan bola menjadi kunci terciptanya gol McKennie. Koordinasi ini membuat pertahanan Parma kesulitan membaca pergerakan Juventus.
Meski beberapa peluang Parma masih gagal dimanfaatkan, Juventus tetap menjaga tekanan. Tim tuan rumah hanya sesekali mengancam melalui sundulan Oristanio. Konsistensi pertahanan Juventus membantu menjaga keunggulan dan memastikan kontrol jalannya laga.
Rekor Kemenangan dan Tren Positif Juventus
Dengan kemenangan ini, Juventus menorehkan tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir. Tren positif ini membantu mereka menyalip AS Roma dan naik ke posisi keempat Serie A. Momentum ini memberi harapan untuk terus bersaing hingga akhir musim.
Catatan head-to-head juga menunjukkan dominasi Juventus atas Parma. Rekor tujuh kemenangan, dua seri, dan satu kekalahan menegaskan superioritas tim di laga tandang. Statistik ini memberikan psikologis positif bagi pemain menghadapi sisa musim.
Konsistensi performa menjadi faktor utama keberhasilan tim. Strategi Spalletti yang mengombinasikan serangan cepat dan pertahanan solid tampak efektif. Pemain kunci tampil maksimal, memanfaatkan setiap peluang untuk memastikan kemenangan.
Momen Menarik dan Gol yang Dianulir
Pertandingan ini hampir ditutup dengan skor lebih besar jika gol Lois Openda di menit injury time disahkan. Tendangan akurat itu dianulir wasit karena offside. Meskipun demikian, kemenangan Juventus tetap dominan dan memuaskan bagi pemain maupun suporter.
Kejadian ini menambah drama pertandingan dan menunjukkan ketelitian wasit dalam mengambil keputusan. Tim Juventus tetap menjaga fokus hingga peluit akhir. Pemain menunjukkan disiplin tinggi dalam menjaga keunggulan dan performa individu tetap optimal.
Seluruh gol Juventus tercipta dari kombinasi serangan cepat dan penyelesaian efektif. Bremer, McKennie, dan David menjadi sorotan utama dengan kontribusi gol penting. Koleksi gol ini menegaskan kualitas lini depan dan pertahanan yang mampu meredam ancaman lawan.
Juventus Kuat Menuju Akhir Musim
Kemenangan 4-1 atas Parma menjadi bukti kekuatan Juventus di Serie A 2025/2026. Posisi empat besar kini menjadi target realistis untuk terus dipertahankan. Tren positif dan performa tim memberikan optimisme untuk meraih hasil maksimal di sisa musim.
Momentum ini menjadi modal bagi Juventus menghadapi lawan-lawan berikutnya. Kedisiplinan dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci sukses. Pemain tampil percaya diri, memanfaatkan peluang, dan menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Dengan catatan tujuh kemenangan dari sembilan laga terakhir, Juventus menunjukkan kualitas tim papan atas. Target juara tetap terbuka lebar, asalkan konsistensi performa dan strategi tetap dijalankan. Tim Spalletti siap melanjutkan dominasi hingga akhir musim.