KEMENAG

Kemenag Dorong Transformasi IAIN Langsa Menjadi UIN Demi Pemerataan Pendidikan

Kemenag Dorong Transformasi IAIN Langsa Menjadi UIN Demi Pemerataan Pendidikan
Kemenag Dorong Transformasi IAIN Langsa Menjadi UIN Demi Pemerataan Pendidikan

JAKARTA - Harapan masyarakat Aceh Timur dan sekitarnya untuk memiliki Universitas Islam Negeri (UIN) baru kini selangkah lebih dekat. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI secara resmi memberikan lampu hijau dan dukungan penuh terhadap alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari misi besar pemerintah dalam memperkuat akses serta pemerataan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di ujung barat Indonesia.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. M. Arskal Salim GP, menegaskan bahwa proses transisi institusi ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan agenda yang sudah berjalan secara sistematis sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pembukaan Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan kelembagaan yang digelar di Aula Gedung SBSN kampus IAIN Langsa.

Proses Administratif di Kemenpan-RB

Dalam pemaparannya, Prof. Arskal menjelaskan bahwa secara prosedural, IAIN Langsa telah melewati tahapan krusial di internal Kementerian Agama. Berkas usulan yang diajukan oleh pihak kampus telah melalui proses verifikasi dan telaah mendalam. Kabar baiknya, dokumen tersebut kini telah berpindah meja ke tingkat kementerian yang lebih tinggi untuk validasi akhir.

“Proposalnya sudah kami terima dan telaah. Alhamdulillah seluruh persyaratan telah terpenuhi dan saat ini prosesnya berada di Kemenpan-RB. Pada prinsipnya, kami mendukung penuh IAIN Langsa menjadi UIN,” ujar Prof. Arskal pada Senin, 2 Februari 2026.

Dukungan penuh dari Kemenag ini didasarkan pada kelayakan administratif dan substansi yang telah dipenuhi oleh manajemen IAIN Langsa. Kehadiran tim pusat di kampus tersebut juga menjadi bentuk validasi lapangan bahwa infrastruktur dan sumber daya manusia yang ada siap untuk naik level menjadi sebuah universitas.

Memperluas Akses dan Daya Saing Global

Transformasi dari institut menjadi universitas bukan hanya sekadar perubahan nama atau nomenklatur. Prof. Arskal menuturkan bahwa perubahan status ini membawa misi sosial dan akademis yang besar. Dengan menjadi UIN, institusi ini diharapkan memiliki payung hukum yang lebih luas untuk membuka berbagai program studi baru, baik keagamaan maupun umum, sehingga mampu menyerap lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Hal ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemerataan perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di wilayah Aceh yang memiliki karakteristik religiusitas yang kuat. Perubahan status ini diharapkan menjadi suntikan moral bagi sivitas akademika untuk meningkatkan mutu lulusan serta menumbuhkan kepercayaan diri para mahasiswa. Dengan status universitas, lulusan IAIN Langsa diproyeksikan memiliki daya saing yang setara, bahkan lebih unggul, dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya di level regional maupun nasional.

Penguatan Kualitas di Tengah Potensi Besar

Aceh saat ini merupakan salah satu provinsi dengan konsentrasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak lima institusi. Prof. Arskal melihat fenomena ini sebagai potensi emas bagi pembangunan sumber daya manusia di Serambi Mekkah. Namun, ia juga memberikan catatan penting bahwa kuantitas yang banyak harus berjalan beriringan dengan standar kualitas yang tinggi.

Peningkatan status kelembagaan tidak boleh membuat institusi menjadi kehilangan arah. Justru dengan menjadi UIN, daya saing institusi harus semakin terasah agar tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu berbicara banyak di kancah pendidikan tinggi nasional.

Pentingnya Distingsi dan Keunggulan Akademik

Satu poin krusial yang ditekankan oleh Prof. Arskal adalah mengenai identitas atau "distingsi" kampus. Di tengah menjamurnya UIN di Indonesia, IAIN Langsa yang tengah bertransformasi wajib menemukan keunikan atau kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh kampus lain.

Menurutnya, setiap UIN harus memiliki ciri khas dan keunggulan yang mampu menjawab tantangan serta kebutuhan spesifik masyarakat di lingkungannya. Kekhasan ini nantinya akan menjadi nilai jual utama dalam menarik minat mahasiswa serta peneliti dari luar daerah bahkan luar negeri.

Optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Lebih jauh lagi, Sekretaris Ditjen Pendis ini berharap agar penguatan status kelembagaan ini linear dengan peningkatan aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Peran perguruan tinggi Islam di masa depan tidak boleh terbatas pada ruang-ruang kelas saja, melainkan harus hadir memberikan solusi nyata atas problematik sosial yang ada.

Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih berkualitas, UIN Langsa nantinya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan intelektual di Aceh. Peningkatan status ini menjadi momentum emas untuk memperbanyak riset-riset kolaboratif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

Transformasi IAIN Langsa kini tinggal menunggu keputusan akhir dari Kemenpan-RB. Jika berjalan mulus, Aceh akan segera menambah daftar universitas Islam negerinya, yang sekaligus menjadi simbol kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index