Harga Batu Bara

Pergerakan Harga Batu Bara Turun Usai Empat Hari Mengalami Kenaikan

Pergerakan Harga Batu Bara Turun Usai Empat Hari Mengalami Kenaikan
Pergerakan Harga Batu Bara Turun Usai Empat Hari Mengalami Kenaikan

JAKARTA - Harga batu bara mengalami penurunan pada perdagangan kemarin setelah naik empat hari berturut-turut. 

Kejatuhan ini menjadi koreksi wajar setelah lonjakan harga yang cukup signifikan. Investor mulai menunjukkan tanda ambil untung karena kenaikan sebelumnya sangat tajam.

Pada perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak pengiriman bulan mendatang berada di US$ 116 per ton. Angka ini turun 1,28% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penurunan terjadi setelah harga sempat menyentuh titik tertinggi dalam setahun pada US$ 117,5 per ton.

Sebelum koreksi ini, harga batu bara menguat total 10,28% selama empat hari. Kenaikan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena memberikan peluang keuntungan singkat. Aroma profit taking pun mulai terlihat dari aktivitas perdagangan di pasar.

Analisis Kenaikan Empat Hari Berturut-turut

Pada Jumat lalu, harga batu bara mencapai US$ 117,5 per ton. Lonjakan ini menjadi titik tertinggi sepanjang setahun terakhir. Peningkatan signifikan mendorong investor mempertimbangkan untuk menjual sebagian posisi mereka.

Fenomena ambil untung muncul karena kenaikan sebelumnya sudah cukup tinggi. Banyak pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan. Hal ini wajar dalam mekanisme pasar komoditas yang fluktuatif.

Kenaikan empat hari berturut-turut sebelumnya menunjukkan minat beli yang kuat dari investor. Pasar merespons positif terhadap prospek harga jangka pendek. Namun, tekanan jual pun mulai terasa setelah puncak kenaikan tercapai.

Proyeksi Harga Hari Ini

Pertanyaannya kini, bagaimana arah harga batu bara hari ini? Apakah harga bisa kembali naik atau justru terkoreksi lebih dalam? Analisis teknikal memberikan pandangan untuk membantu prediksi arah pasar.

Secara harian, batu bara masih berada di zona bullish dengan indikator Relative Strength Index 14 hari sebesar 53. RSI di atas 50 menandakan kecenderungan bullish. Meski demikian, angka ini belum jauh dari 50 sehingga sinyalnya cenderung netral.

Indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 34. Kondisi ini menunjukkan batu bara berada di area jual yang kuat. Pelaku pasar perlu memperhatikan level ini untuk memutuskan strategi perdagangan.

Target support terdekat diperkirakan berada di US$ 109 per ton. Jika level ini tertembus, support berikutnya ada di kisaran US$ 108–106 per ton. Koreksi lebih dalam masih memungkinkan sebelum pasar menemukan arah baru.

Potensi Kenaikan dan Resisten

Apabila harga batu bara berhasil bangkit, US$ 118 per ton menjadi resisten terdekat. Penembusan di atas titik ini dapat mendorong harga ke kisaran US$ 119–123 per ton. Peluang kenaikan ini menarik bagi investor yang menahan posisi.

Resistensi ini menjadi indikator penting dalam menentukan strategi trading jangka pendek. Investor biasanya menunggu konfirmasi penembusan sebelum masuk pasar. Strategi hati-hati sangat diperlukan mengingat volatilitas yang tinggi.

Jika pasar mampu menembus resisten, momentum bullish berpotensi berlanjut. Kenaikan ini akan memberi peluang tambahan bagi pelaku pasar. Namun, tekanan jual tetap harus diperhatikan.

Strategi Investor

Secara keseluruhan, pergerakan harga batu bara saat ini menunjukkan dinamika pasar yang wajar. Koreksi pasca kenaikan empat hari menjadi bagian dari siklus perdagangan. Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resisten sebagai panduan strategi.

Pelaku pasar sebaiknya menimbang antara potensi keuntungan dan risiko. Mengambil untung pada puncak kenaikan bisa menjadi strategi bijak. Sementara menahan posisi memberi kesempatan mengikuti momentum bullish berikutnya.

Harga batu bara akan terus bergerak sesuai mekanisme pasar dan faktor fundamental. Analisis teknikal menjadi alat bantu, bukan jaminan hasil. Kewaspadaan terhadap perubahan tren tetap penting bagi semua investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index