JAKARTA - Keamanan nasional tidak hanya diukur dari stabilitas politik, tetapi juga dari ketahanan pangan dan kualitas nutrisi generasi mudanya. Di Kabupaten Mojokerto, sebuah model integrasi antara pelayanan gizi dan kemandirian pangan telah lahir sebagai prototipe ideal bagi wilayah lain di Indonesia. Upaya Polda Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus ketahanan pangan nasional terus menunjukkan hasil konkret. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jatim yang berlokasi di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, kini tak hanya mengandalkan sistem keamanan pangan, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa greenhouse hidroponik dan kolam bioflok ikan.
Langkah inovatif ini menciptakan sebuah siklus produksi yang berkelanjutan, di mana bahan baku segar diproduksi dan diolah di lokasi yang sama. Selain dapur MBG, kawasan ini juga terintegrasi dengan Gudang Ketahanan Pangan Polri berkapasitas 1.000 ton yang diproyeksikan menjadi simpul pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta stabilitas pasokan pangan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kendali atas rantai pasok pangan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Apresiasi Tertinggi dari Pucuk Pimpinan Negara
Terobosan yang dilakukan oleh jajaran Polda Jatim ini tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Inovasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya sempat dijadwalkan meninjau langsung lokasi SPPG dan gudang pangan Polda Jatim, meski akhirnya harus kembali ke Jakarta karena agenda kenegaraan. Hal ini menegaskan bahwa proyek di Desa Pacing merupakan aset strategis dalam skala nasional.
Meskipun kunjungan fisik tertunda, komitmen dukungan dari pusat tetap mengalir deras sebagai motivasi bagi jajaran di lapangan. “Walaupun tidak hadir secara langsung, Bapak Presiden tetap memonitor dan memberikan apresiasi atas kesiapan serta inovasi yang dilakukan Polda Jatim,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si.
Produktivitas Dapur MBG dan Optimalisasi Lahan Pertanian
Sejak mulai beroperasi, SPPG Polda Jatim telah membuktikan kapasitasnya dalam melayani kebutuhan gizi pelajar dalam skala besar. SPPG Polda Jatim sendiri telah beroperasi sejak Juni 2025 dengan kemampuan memproduksi 3.562 porsi MBG setiap hari untuk melayani 21 sekolah di sekitar lokasi. Dapur ini menjadi bagian dari 138 dapur MBG Polri yang tersebar di Jawa Timur, mempertegas peran kepolisian dalam mendukung kualitas kesehatan masyarakat.
Pemanfaatan lahan di sekitar fasilitas juga dilakukan secara maksimal melalui teknik pertanian modern. Keberadaan greenhouse hidroponik memungkinkan penanaman berbagai jenis sayuran seperti terong, kembang kol, cabai, tomat, pakcoi, kangkung, selada, bayam merah, hingga sawi caisim. Sementara itu, kolam bioflok dimanfaatkan untuk budi daya ikan lele dan nila dengan sistem ramah lingkungan. Integrasi ini memastikan bahwa apa yang dikonsumsi oleh anak sekolah memiliki kualitas kesegaran yang terjamin.
Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Aspek keamanan pangan (food safety) menjadi standar baku yang tidak bisa ditawar dalam operasional harian SPPG. Kepala SPPG Polda Jatim, Noverita Resya Sintia, menjelaskan bahwa pekarangan pangan tersebut berfungsi sebagai penunjang bahan baku dapur MBG. Melalui kemitraan dengan lingkungan sekitar, proyek ini juga menjadi penggerak ekonomi warga. Selama ini, SPPG juga bermitra dengan tujuh pelaku UMKM lokal untuk pemenuhan kebutuhan pangan.
Implementasi prosedur yang ketat bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. “Dengan penerapan food safety, kami bisa memastikan keamanan pangan sebelum didistribusikan ke sekolah penerima manfaat, sehingga risiko kejadian luar biasa dapat minimalkan,” jelasnya. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas dan keamanan berjalan beriringan dengan kuantitas produksi.
Gudang Ketahanan Pangan: Benteng Stabilitas Harga Pangan
Tak jauh dari pusat pengolahan gizi, infrastruktur besar lainnya berdiri untuk menjaga kedaulatan pangan wilayah. Polda Jatim juga mengoperasikan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jalan Raya Pacing–Pacet, Desa Pacing, Bangsal. Gudang yang berdiri di atas lahan seluas 10.500 meter persegi milik SPN Polda Jatim tersebut difungsikan untuk menampung jagung hasil panen petani yang diserap Bulog.
Saat ini, gudang tersebut menyimpan sekitar 40 ton jagung pipil kering hasil serapan Bulog Cabang Mojokerto. Keberadaan gudang ini sangat vital untuk mencegah fluktuasi harga yang merugikan petani maupun konsumen. Di sisi lain, lahan produktif seluas 4 hektare di area sekitar gudang dimanfaatkan untuk budi daya jagung dan telah dua kali panen. “Gudang Ketahanan Pangan Polri diharapkan dapat mendukung integrasi KDMP sekaligus memperkuat kerja sama dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan,” tegas Kapolres Mojokerto.
Investasi Strategis Melalui Dukungan Anggaran Negara
Pembangunan infrastruktur canggih ini didorong oleh komitmen anggaran yang terencana dengan baik. Gudang ketahanan pangan ini dibangun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp11,114 miliar pada periode 3 Juni hingga 30 September 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ruas Bambu dengan pendampingan PT Elemen Tiga Tiga sebagai konsultan manajemen konstruksi, memastikan bahwa setiap sudut bangunan memenuhi spesifikasi teknis untuk penyimpanan pangan jangka panjang.
Mulai beroperasi sejak 8 Oktober 2025, fasilitas ini dilengkapi dua unit gudang utama, kantor, musala, serta pos penjagaan. Keberhasilan pembangunan di Mojokerto ini menjadikannya bagian dari jaringan nasional yang lebih luas. Gudang Polda Jatim di Mojokerto menjadi salah satu dari 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia. Dengan model sinergi seperti ini, Indonesia optimistis dapat mencapai kemandirian pangan sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan nutrisi terbaik untuk masa depan bangsa.