JAKARTA - Perpindahan seorang pesepak bola sering kali hanya dianggap sebagai transaksi profesional di atas kertas. Namun, bagi Sergi Roberto, langkah kaki yang ia ambil pada musim panas 2024 adalah sebuah proses pendewasaan emosional yang mendalam. Setelah dua tahun meninggalkan gegap gempita Camp Nou, sang gelandang veteran kini mulai membuka lembaran baru yang hangat di Italia. Sergi Roberto, yang menghabiskan hampir dua dekade hidupnya mengenakan seragam kebanggaan Barcelona, mengungkapkan bahwa ia telah menemukan kedamaian dan "keluarga baru" di Como 1907, klub Serie A yang kini berada di bawah kepemilikan pengusaha asal Indonesia.
Perjalanan Roberto adalah cerminan dari loyalitas yang jarang ditemui dalam sepak bola modern. Bergabung dengan akademi legendaris La Masia pada usia 14 tahun, ia berproses hingga menjadi kapten tim utama sebelum akhirnya berpisah di usia 32 tahun. Kini, di usianya yang menginjak 34 tahun, pemain yang telah memenangkan segalanya di Spanyol tersebut menatap masa depan dengan perspektif yang berbeda. Ia tidak lagi mengejar kejayaan instan, melainkan mencari kenyamanan dan tantangan yang mampu menghidupkan kembali gairah bermainnya di penghujung karier.
Kepedihan Mendalam Saat Melepas Status Sebagai Ikon Blaugrana
Meninggalkan klub yang telah menjadi rumah selama 18 tahun bukanlah perkara mudah. Bagi Sergi Roberto, Barcelona bukan sekadar tempat bekerja, melainkan identitas diri. Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Tutto Como, Roberto tidak menutupi rasa sakit yang ia rasakan saat masa baktinya berakhir dua tahun silam. Ia tumbuh besar dengan mendukung warna-warna kebanggaan klub dan merasa bangga bisa mengenakan seragam tersebut di setiap jenjang kariernya.
"Meninggalkan Barca adalah momen yang sangat menyakitkan," aku Roberto dengan jujur. "Ini adalah klub utama dalam hidup saya." Perasaan emosional ini sangat wajar mengingat ia telah merasakan pahit manisnya perjalanan klub, mulai dari era keemasan hingga masa-masa sulit transisi. Meskipun perpisahan tersebut terasa berat, Roberto mengaku tetap membawa rasa bangga yang luar biasa atas segala pencapaian yang telah ia torehkan selama belasan tahun di tanah Catalan.
Rekam Jejak Gemilang: Koleksi 25 Trofi yang Tak Terlupakan
Sepanjang kariernya di Barcelona, Sergi Roberto telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah klub. Ia bukan sekadar pemain pelapis; ia adalah pemain serbabisa yang sering menjadi pahlawan di saat-saat krusial. Total 25 trofi bergengsi telah ia angkat, termasuk tujuh gelar Liga Spanyol dan dua mahkota Liga Champions yang prestisius. Prestasinya ini menempatkan namanya sejajar dengan para legenda besar Barcelona lainnya.
Namun, di tengah gelimang trofi tersebut, Roberto merasa bahwa perjalanannya di Barcelona telah mencapai titik jenuh yang sehat. Ia merasakan adanya dorongan dari dalam diri untuk mencoba sesuatu yang berbeda, keluar dari zona nyaman, dan menguji kemampuannya di liga yang berbeda. "Ada banyak gelar yang telah saya raih, hingga merasakan keinginan untuk menghadapi tantangan baru," tambahnya. Keinginan inilah yang akhirnya menuntunnya menuju pelabuhan baru di Italia.
Menemukan Rumah Kedua di Bawah Naungan I Lariani
Keputusannya untuk bergabung dengan Como 1907 terbukti menjadi langkah yang tepat bagi kesehatan mental dan kariernya. Di klub berjuluk I Lariani ini, Roberto merasa diterima dengan tangan terbuka, bukan hanya sebagai pemain bintang, tetapi sebagai bagian dari sebuah visi besar. Statusnya yang bergabung secara bebas transfer memberikan fleksibilitas bagi Como untuk memanfaatkan pengalamannya dalam membimbing skuad yang sedang berkembang di kompetisi Serie A.
Kontrak yang ia tandatangani hingga 30 Juni 2026 menunjukkan komitmen jangka panjangnya untuk membantu Como bersaing di kasta tertinggi liga Italia. Di bawah arahan tim teknis dan manajemen yang ambisius, Roberto merasa atmosfer di Como sangat mendukung proses adaptasinya. Ia tidak merasa seperti orang asing, melainkan merasa seperti telah menemukan keluarga baru yang mampu mengisi kekosongan setelah kepergiannya dari Barcelona dua tahun lalu.
Siasat Fabregas dan Ambisi Como di Kompetisi Domestik
Kehadiran Sergi Roberto di Como juga tidak lepas dari pengaruh Cesc Fabregas, mantan rekan setimnya di Barcelona yang kini menjadi sosok sentral di kursi kepelatihan Como. Fabregas memahami betul kualitas dan kepemimpinan yang dimiliki Roberto. Siasat yang disusun Fabregas untuk membawa Como bersaing dengan tim-tim besar seperti Napoli asuhan Antonio Conte sangat terbantu dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Roberto di lini tengah.
Strategi ini terbukti efektif dalam memberikan stabilitas tim, baik di liga domestik maupun dalam ajang seperti Coppa Italia. Como kini bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Dengan perpaduan antara talenta muda dan pemain senior berpengalaman dunia, Como sedang membangun identitas baru di kancah sepak bola Italia, dan Sergi Roberto adalah salah satu pilar utama dalam proyek ambisius tersebut.
Masa Depan dan Warisan Sergi Roberto di Dunia Sepak Bola
Kini, dengan seragam biru Como, Sergi Roberto terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia tetap menunjukkan dedikasi tinggi di lapangan, memberikan assist, dan menjaga kedalaman bermain dengan visi yang tajam. Perjalanannya dari seorang bocah di La Masia hingga menjadi bagian penting dari klub milik pengusaha Indonesia ini adalah kisah tentang keberanian dalam menghadapi perubahan.
Sergi Roberto telah berhasil melewati masa transisi yang sulit dan kini menikmati setiap momen di Italia. Ia tetap menghormati masa lalunya di Barcelona sebagai kenangan yang paling indah, namun hatinya kini telah tertambat pada keluarga barunya di Como. Bagi para penggemar, melihat Roberto kembali tersenyum dan menikmati sepak bola adalah bukti bahwa selalu ada kehidupan yang cerah setelah perpisahan yang menyakitkan.