MBG

DKPP Kota Madiun Tebar Ikan Guna Dukung Makan Bergizi Gratis

DKPP Kota Madiun Tebar Ikan Guna Dukung Makan Bergizi Gratis
DKPP Kota Madiun Tebar Ikan Guna Dukung Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - Kota Madiun terus berakselerasi dalam memperkuat ketahanan pangan wilayahnya dengan memanfaatkan aset perairan lokal sebagai sumber protein yang berkelanjutan. Dalam sebuah langkah strategis yang mengombinasikan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun melakukan intervensi produktif di kawasan timur kota. Upaya ini bukan sekadar rutinitas dinas, melainkan bagian dari desain besar untuk menciptakan rantai pasok mandiri guna mendukung program nasional yang tengah menjadi perhatian publik. Dengan memaksimalkan fungsi embung sebagai kolam budidaya raksasa, Madiun bersiap menyediakan bahan baku pangan berkualitas bagi generasi mudanya secara mandiri.

Optimasi Embung Pilangbango sebagai Lumbung Protein Lokal

Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian tersebut diwujudkan melalui aksi tebar benih di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun melaksanakan tebar benih ikan di Embung Pilangbango di Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (12/02/2026). Inisiatif ini menyasar pemanfaatan lahan basah perkotaan agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi warga sekitar sekaligus menjadi penyangga stok pangan hewani di tingkat lokal.

Jumlah benih yang dialokasikan dalam kegiatan ini tergolong signifikan untuk skala embung perkotaan. Tercatat sebanyak 3.000 benih ikan gurame dan 4.145 benih ikan patin yang ditebar di Embung Pilangbango. Pemilihan jenis ikan gurame dan patin didasarkan pada ketahanan fisik ikan serta nilai gizinya yang tinggi, yang sangat sesuai dengan standar kebutuhan pangan sehat bagi masyarakat. Ini menjadi bagian upaya DKPP Kota Madiun dalam menciptakan ketahanan pangan, khususnya bahan baku ikan.

Sinergi Program Gemar Makan Ikan dan Ketahanan Nasional

Kepala DKPP Kota Madiun, Jemakir, memberikan penjelasan mendalam mengenai kaitan antara penebaran benih ini dengan visi besar kementerian terkait. Menurutnya, langkah ini merupakan fondasi untuk memastikan program-program kesehatan masyarakat memiliki ketersediaan bahan baku yang stabil. Jemakir mengatakan bahwa penyebaran benih ini guna menunjang ketahanan pangan. Selain itu, hasilnya nanti juga untuk mendukung program Gemar Makan Ikan.

Upaya ini dipandang sebagai respons proaktif pemerintah daerah terhadap tantangan pemenuhan gizi masyarakat. Dengan membudidayakan ikan di lingkungan sendiri, biaya distribusi dapat ditekan dan kesegaran bahan pangan lebih terjamin. “Ini menjadi bagian dari program Gemar Makan Ikan. Dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Integrasi Bahan Baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

DKPP Kota Madiun melangkah lebih jauh dengan memproyeksikan hasil panen dari Embung Pilangbango sebagai pemasok utama program strategis yang digagas pemerintah pusat. Jemakir melihat potensi Embung Pilangbango dapat dijadikan lokasi untuk budidaya ikan lebih besar. Strategi ini melibatkan pengelolaan yang lebih profesional dan terorganisir agar hasil produksinya memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menggandeng masyarakat lokal dalam sebuah sistem kemitraan. DKPP nantinya akan menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas) di sekitar Embung Pilangbango untuk pengelolaan budidaya ikan. “Ya kita melihat peluang pasar dan potensi-potensi yang ada di Embung Pilangbango ini. Nanti bisa kita kelola dan atur kelembagaannya. Dan ditargetkan nanti bisa menunjang Program MBG (Makan Bergizi Gratis-red) khususnya untuk bahan baku dari ikan,” imbuh Jemakir.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pokmas dan Destinasi Wisata

Pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) ini direncanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur birokrasi, baik dari tingkat Kelurahan maupun Kecamatan. Hal ini bertujuan agar tata kelola embung tidak hanya bermanfaat dari sisi pangan, tetapi juga memiliki efek domino pada sektor pariwisata daerah. Pokmas yang terbentuk nantinya akan mendapatkan pembinaan teknis secara berkala agar mampu menggali potensi Embung Pilangbango secara maksimal.

Visi DKPP adalah mengubah wajah Pilangbango menjadi lebih produktif dan menarik. “Kita akan bina dan diharapkan selain untuk ketahanan pangan juga bisa menjadi potensi wisata. Ini upaya kami mendukung potensi lokal, khususnya yang ada di Kelurahan Pilangbango,” pungkas Jemakir. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor utama dalam perputaran ekonomi di wilayah mereka sendiri.

Harapan Warga Terhadap Revitalisasi Fungsi Embung

Inisiatif dari DKPP ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat yang telah lama mendambakan optimalisasi lahan tersebut. Supriyono, perwakilan warga Pilangbango, mengapresiasi atas kegiatan penyebaran benih ikan tersebut. Menurutnya, warga sangat menantikan adanya aktivitas ekonomi nyata yang lahir dari pemanfaatan embung yang sudah lama berdiri namun belum tersentuh manajemen budidaya yang serius.

Supriyono mengungkapkan bahwa keberadaan embung selama ini masih minim kontribusi terhadap pendapatan warga karena belum adanya siklus panen yang teratur. “Sejak 2018 itu belum ada panen ikan di Embung Pilangbango ini. Ini tentunya potensi sekali untuk dikembangkan. Pokmas juga siap dalam pengembangan wisata, apalagi mendukung ketahanan pangan,” tandasnya. Aspirasi warga sejalan dengan rencana pemerintah untuk menjadikan area seluas 2,2 hektare tersebut sebagai ikon baru di Madiun. Dengan luas embung mencapai 1,1 hektare, kawasan ini memang memiliki prospek cerah, meski tetap memerlukan kajian teknis lebih lanjut demi keberlanjutan ekosistemnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index