Saham

Saham ELSA Cetak Rekor ATH Berkat Ekspansi Proyek Global

Saham ELSA Cetak Rekor ATH Berkat Ekspansi Proyek Global
Saham ELSA Cetak Rekor ATH Berkat Ekspansi Proyek Global

JAKARTA - Pasar modal Indonesia menyaksikan momentum bersejarah bagi salah satu pemain utama di industri jasa energi terintegrasi. PT Elnusa Tbk (ELSA) baru saja menorehkan tinta emas dengan pencapaian harga saham tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan cerminan dari fundamental perusahaan yang semakin kokoh setelah setahun penuh melakukan ekspansi agresif dan optimalisasi operasional. Kepercayaan investor terhadap anak usaha Pertamina ini kian menebal seiring dengan keberhasilan perusahaan mengamankan puluhan proyek strategis baru serta keberanian melakukan diversifikasi pasar hingga ke level internasional.

Rekor Tertinggi Sejak Melantai di Bursa Efek Indonesia

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di level Rp770. Angka ini menjadi pencapaian yang sangat prestisius mengingat harga tersebut mencerminkan penguatan sekitar 40 persen sejak awal tahun berjalan. Sejak ELSA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008 silam, ini merupakan level harga paling tinggi yang pernah dicapai, mengukuhkan posisinya sebagai emiten jasa energi yang memiliki daya pikat kuat di mata para pemodal.

Direktur Utama Elnusa, Litta Indriya Ariesca, menyampaikan bahwa penguatan harga saham tersebut sejalan dengan kinerja operasional dan ekspansi bisnis yang dijalankan sepanjang 2025. Pergerakan saham yang impresif ini dinilai sebagai respons positif pasar terhadap langkah-langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fundamental melalui peningkatan volume pekerjaan dan optimalisasi lini usaha jasa energi terintegrasi. “Kinerja operasional yang solid dan ekspansi proyek menjadi faktor utama yang mendukung kepercayaan pasar terhadap saham ELSA,” ujar Litta Ariesca dalam keterangan resmi, dikutip Rabu.

Lonjakan Volume Distribusi dan Perolehan Proyek Baru

Pondasi utama dari kenaikan saham ELSA terletak pada performa anak usahanya yang bergerak di sektor distribusi dan logistik energi, yakni PT Elnusa Petrofin. Sepanjang tahun 2025, divisi ini berhasil mencatatkan rapor hijau dengan pertumbuhan volume distribusi bahan bakar minyak sebesar 29 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan yang signifikan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi optimalisasi jaringan operasional di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain peningkatan volume, Elnusa juga sangat aktif dalam menambah portofolio kontraknya. Perusahaan melaporkan keberhasilan dalam mengamankan puluhan kontrak kerja sama baru yang menjadi mesin pendapatan tambahan bagi perseroan. “Pada 2025 kami mengamankan 42 proyek baru di sektor distribusi dan jasa pendukung energi,” kata Litta Ariesca. Keberhasilan mendapatkan 42 proyek baru ini memberikan jaminan visibilitas pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi perusahaan di masa depan.

Diversifikasi Pendapatan Melalui Pasar Internasional

Tidak hanya jago kandang, Elnusa mulai menunjukkan taji di kancah global sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendapatan. Perusahaan tercatat telah memperluas layanan di bidang penyediaan Oil Country Tubular Goods (OCTG) serta jasa penunjang hulu migas hingga ke mancanegara. Langkah ekspansi internasional ini menjadi pembeda signifikan bagi ELSA di tahun 2025.

Layanan OCTG Elnusa kini mulai merambah pasar internasional, termasuk ke negara-negara seperti Aljazair dan Thailand. Strategi ini diambil untuk memitigasi risiko fluktuasi harga minyak domestik serta memanfaatkan peluang investasi sektor hulu di luar negeri. Di tengah dinamika industri energi global yang dipengaruhi kebijakan investasi hulu, Elnusa menyatakan tetap fokus pada efisiensi operasional dan penguatan kapasitas teknis untuk menjaga daya saing di pasar dunia.

Komitmen Tata Kelola dan Manajemen Risiko yang Disiplin

Di balik agresivitas ekspansinya, manajemen Elnusa tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah bisnis yang diambil. Penguatan bisnis dilakukan dengan memperhatikan pengelolaan risiko operasional yang ketat guna memastikan kesinambungan usaha jangka panjang. Perusahaan menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sebagai bagian dari tanggung jawab kepada pemegang saham.

Sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi, Elnusa menyediakan spektrum layanan yang sangat luas untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas. Layanan tersebut mencakup jasa seismik, pengeboran, well services, hingga distribusi dan logistik energi. Statusnya sebagai bagian dari grup Pertamina memberikan keunggulan strategis dalam akses proyek-proyek besar, namun performa ELSA di tahun 2025 membuktikan bahwa perusahaan juga mampu berkompetisi secara mandiri dan inovatif di pasar bebas.

Pencapaian level ATH di harga Rp770 menjadi bukti nyata bahwa strategi integrasi jasa energi yang diusung ELSA berjalan efektif. Dengan perolehan 42 proyek baru dan keberhasilan menembus pasar Aljazair serta Thailand, Elnusa kini dipandang sebagai emiten yang memiliki prospek pertumbuhan yang solid. Investor kini menantikan sejauh mana efisiensi dan ekspansi global ini akan terus mengerek nilai perusahaan di masa-masa mendatang, sembari menjaga momentum positif yang telah terbangun sejak awal tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index