JAKARTA - Di tengah eskalasi dinamika global dan pergeseran paradigma peperangan yang kini memasuki ranah digital serta teknologi tinggi, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengambil langkah cepat untuk memperkuat barisannya. Komitmen ini ditegaskan dalam perhelatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU Tahun Anggaran 2026 yang menjadi kompas bagi arah kebijakan organisasi selama satu tahun ke depan. Komandan Sekkau Marsma TNI Arief Budiman, S.T., PSC(J)., menghadiri secara tatap muka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU TA 2026 yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Gedung Suharnoko Harbani, Mabesau, Cilangkap.
Pertemuan puncak para pimpinan matra udara ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah forum krusial untuk menyelaraskan persepsi dan langkah strategis seluruh komandan satuan. Kehadiran Dansekkau dalam rapat tersebut menggarisbawahi pentingnya peran lembaga pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap mendukung transformasi besar yang tengah dicanangkan oleh pimpinan tertinggi TNI AU.
Kolaborasi Strategis Bersama Kemhan dan BSSN
Penyelenggaraan Rapim TNI AU TA 2026 kali ini dikemas secara hibrida, menggabungkan metode tatap muka dengan kehadiran fisik para pejabat utama, serta partisipasi secara daring bagi satuan-satuan di luar daerah. Rapim TNI AU TA 2026 yang berlangsung secara tatap muka dan secara daring tersebut, menghadirkan beberapa narasumber yaitu Kabaloghan Kemhan RI Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., dan Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han.
Kehadiran para narasumber ahli ini menunjukkan bahwa TNI AU sangat serius dalam mengintegrasikan aspek logistik pertahanan dan keamanan siber. Dalam era perang modern, kesiapan alutsista yang didukung oleh keamanan data dan jaringan siber merupakan dua pilar utama yang tidak dapat dipisahkan. Sinergi antara kebijakan pengadaan peralatan pertahanan dari Kementerian Pertahanan serta perlindungan ruang siber dari BSSN diharapkan mampu memberikan wawasan komprehensif bagi seluruh jajaran pimpinan TNI AU dalam mengawal kedaulatan udara nasional.
Transformasi Melalui Modernisasi Alpalhankam
Inti dari pembahasan dalam rapat pimpinan ini tercermin jelas dalam visi besar yang diusung. Rapim TNI AU TA 2026 mengangkat tema “Transformasi TNI AU Melalui Modernisasi Alpalhankam Dalam Rangka Menyongsong Era Perang Modern Guna Mewujudkan TNI AU yang Ampuh.” Tema tersebut menegaskan komitmen pimpinan TNI AU dalam mendorong peningkatan kapabilitas dan kesiapan operasional melalui modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Modernisasi ini bukan sekadar penggantian perangkat lama dengan yang baru, namun sebuah perombakan sistemis untuk memastikan TNI AU tetap relevan di tengah kemajuan teknologi militer global. Pemanfaatan teknologi sensor, integrasi sistem kendali, hingga penguatan armada tempur generasi terbaru menjadi poin-poin yang digarisbawahi untuk menjawab tantangan ancaman asimetris maupun konvensional yang mungkin muncul di masa depan.
Lima Pilar Prioritas Menuju Kekuatan Udara Modern
Sebagai nakhoda organisasi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara memberikan arahan yang sangat spesifik dan terukur. Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menegaskan lima prioritas TNI AU sebagai arah transformasi organisasi dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan karakter perang modern yang semakin kompleks. Lima prioritas ini dirancang untuk menjadi dasar bagi setiap satuan kerja dalam menyusun program kerja dan anggaran, sehingga tujuan besar mewujudkan TNI AU yang "Ampuh" (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) dapat tercapai.
Transformasi ini menuntut seluruh jajaran, termasuk lembaga pendidikan seperti Sekkau, untuk cepat beradaptasi. SDM yang unggul harus mampu mengoperasikan Alpalhankam yang canggih serta memiliki pemikiran yang visioner dalam menghadapi peperangan masa depan. Dengan visi yang selaras dari tingkat markas besar hingga satuan pelaksana, TNI AU optimis dapat menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah gejolak global.
Harapan dan Implementasi Pasca-Rapim
Kehadiran Dansekkau dan para pimpinan lainnya dalam forum ini diharapkan mampu membawa semangat transformasi tersebut ke satuan masing-masing. Implementasi dari kebijakan yang telah digariskan dalam Rapim 2026 ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan TNI AU dalam menjaga marwah kedaulatan di angkasa.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berinovasi, TNI AU siap melangkah maju menuju era baru pertahanan udara yang tangguh, mandiri, dan berwibawa di kancah internasional.