Garuda Indonesia

Garuda Indonesia Perkuat Layanan Penerbangan Selama Ramadhan 2026

Garuda Indonesia Perkuat Layanan Penerbangan Selama Ramadhan 2026
Garuda Indonesia Perkuat Layanan Penerbangan Selama Ramadhan 2026

JAKARTA - Kinerja maskapai selama bulan Ramadhan menjadi perhatian khusus bagi para pelancong yang ingin bepergian dengan nyaman dan tepat waktu. 

Dalam penilaian terbaru, Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai penerbangan yang paling direkomendasikan untuk perjalanan selama Ramadhan 2026 versi AirAdvisor. Pengakuan ini menempatkan Garuda Indonesia sebagai salah satu pilihan utama bagi penumpang yang mengutamakan ketepatan jadwal dan layanan ramah penumpang.

Berdasarkan laporan The AirAdvisor Ramadan Travel Reliability Index 2026, Garuda Indonesia dinilai memiliki performa yang seimbang dalam berbagai aspek operasional. Dari total perjalanan yang ada, hanya sekitar 1,1 penerbangan tertunda atau delay, serta 8,11 keterlambatan penerbangan malam hari.

Angka tersebut menjadi indikator kuat atas konsistensi maskapai dalam menjaga ketepatan waktu.

Capaian itu tergolong paling rendah dibandingkan 15 maskapai global lainnya yang masuk dalam daftar penilaian. Secara keseluruhan, Garuda Indonesia meraih rating 8,8 dari 10 berdasarkan penilaian penumpang dan akses kehalalan di dalam pesawat. 

Penilaian ini memperkuat reputasi maskapai sebagai penyedia layanan penerbangan yang responsif terhadap kebutuhan selama bulan puasa.

Posisi Garuda di Antara Maskapai Dunia

Dalam daftar tersebut, Garuda Indonesia berada di peringkat kedua setelah Oman Air. Posisi ketiga ditempati oleh Etihad Airways sebagai maskapai penerbangan yang juga paling direkomendasikan untuk perjalanan selama Ramadhan 2026. Persaingan di antara maskapai internasional ini menunjukkan standar layanan yang semakin kompetitif.

Tanpa merinci daftar lengkapnya, AirAdvisor turut menyebut Malaysia Airlines yang berada di posisi ketujuh. Singapore Airlines juga masuk dalam daftar rekomendasi dan menempati posisi ke-11. Kehadiran maskapai-maskapai besar ini memperlihatkan bahwa pasar perjalanan Ramadhan memiliki perhatian global.

Peringkat tersebut disusun berdasarkan evaluasi pelayanan maskapai selama Ramadhan 2025. Sebanyak 15 maskapai penerbangan internasional diberi skor berdasarkan empat kriteria utama. Proses penilaian dilakukan untuk mengukur keandalan layanan selama periode perjalanan yang padat.

Empat kriteria itu meliputi risiko keterlambatan selama periode Ramadhan. Selain itu, risiko gangguan penerbangan malam hari selama Ramadhan juga menjadi aspek penting yang dinilai. Opsi makanan halal yang ditawarkan serta ulasan penumpang terkait layanan penerbangan turut menjadi pertimbangan.

Dinamika Perjalanan Udara Selama Ramadhan

Perjalanan udara selama bulan puasa memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan periode biasa. Permintaan penerbangan meningkat pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka dan sahur. Kondisi ini menuntut maskapai untuk memiliki manajemen operasional yang lebih cermat.

Pendiri sekaligus CEO AirAdvisor, Anton Radchenko, menuturkan bahwa pola perjalanan regional, khususnya di Asia Tenggara, berubah signifikan selama bulan puasa.

“Perjalanan Ramadhan menambah kompleksitas penerbangan, terutama pada rute jarak jauh,” kata Anton. Pernyataan tersebut menegaskan adanya tantangan tambahan dalam mengelola penerbangan.

Anton mengatakan, selama Ramadhan, perjalanan antara Asia dan Timur Tengah umumnya meningkat. Banyak penumpang melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga maupun menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Lonjakan ini berdampak langsung pada kepadatan jadwal penerbangan internasional.

Permintaan musiman tersebut menegaskan pentingnya kinerja tepat waktu. Selain itu, ketersediaan layanan makanan yang sesuai bagi penumpang yang berpuasa juga menjadi faktor krusial. Maskapai dituntut memahami kebutuhan khusus selama bulan suci.

Pentingnya Layanan yang Responsif

Keandalan operasional menjadi kunci dalam menghadapi peningkatan jumlah penumpang. Ketepatan waktu membantu penumpang mengatur jadwal ibadah dan kegiatan keluarga selama Ramadhan. Maskapai dengan tingkat delay rendah tentu memiliki keunggulan kompetitif.

Di sisi lain, pelayanan di dalam kabin juga tidak kalah penting. Penumpang yang berpuasa membutuhkan kepastian terkait pilihan makanan halal dan waktu penyajian yang sesuai. Aspek ini menjadi bagian integral dari pengalaman penerbangan selama Ramadhan.

“Maskapai penerbangan dengan kinerja terbaik adalah maskapai yang mengantisipasi kebutuhan berpuasa, alih-alih memperlakukannya sebagai permintaan khusus,” sambung dia. 

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya pendekatan proaktif dalam melayani penumpang. Antisipasi yang matang dinilai mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

Garuda Indonesia dinilai berhasil memenuhi ekspektasi tersebut melalui kinerja operasional yang stabil. Angka keterlambatan yang rendah menjadi bukti konsistensi dalam menjaga kualitas layanan. Kombinasi antara ketepatan waktu dan perhatian terhadap kebutuhan penumpang menjadi nilai tambah tersendiri.

Standar Baru Perjalanan Ramadhan 2026

Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan udara selama Ramadhan memerlukan strategi khusus. Maskapai perlu menyesuaikan jadwal, layanan kabin, serta kesiapan kru untuk menghadapi lonjakan permintaan. Evaluasi berbasis data menjadi landasan dalam menentukan peringkat.

Dengan rating 8,8 dari 10, Garuda Indonesia menunjukkan performa yang solid di tengah persaingan global. Penilaian tersebut mencerminkan kepercayaan penumpang terhadap kualitas layanan yang diberikan. Reputasi ini menjadi modal penting dalam menghadapi musim perjalanan berikutnya.

Keberhasilan maskapai dalam menjaga risiko delay tetap rendah memberikan rasa aman bagi penumpang. Terutama bagi mereka yang memiliki agenda ibadah atau kunjungan keluarga yang terjadwal ketat. Ketepatan waktu menjadi faktor krusial dalam periode Ramadhan.

Melalui pengakuan ini, Garuda Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai maskapai yang responsif terhadap kebutuhan khusus penumpang. Standar layanan selama bulan puasa kini menjadi tolok ukur baru dalam industri penerbangan. 

Ramadhan 2026 pun diproyeksikan menjadi momentum penting bagi maskapai yang mampu menjaga keseimbangan antara operasional dan pelayanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index