JAKARTA - Langkah antisipasi dilakukan Pertamina dengan menambah pasokan BBM sebesar 15 persen. Kebijakan ini diambil guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di Sulawesi Tengah. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas warga selama menjalani bulan suci.
Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu 22 Februari 2026, penambahan stok sudah mulai didistribusikan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen menjaga ketahanan energi di Bumi Tadulako. Peningkatan volume ini mencakup berbagai jenis bahan bakar minyak yang dibutuhkan oleh konsumen.
Kesiapan Infrastruktur Distribusi Energi di Sulawesi Tengah
Pihak manajemen Pertamina telah memastikan seluruh fasilitas penyimpanan dan distribusi dalam kondisi prima. Terminal BBM yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah siap menyalurkan pasokan tambahan tersebut. Koordinasi dengan para pemilik SPBU juga terus ditingkatkan guna menghindari kekosongan stok mendadak.
Pertamina memprediksi adanya kenaikan konsumsi harian seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, penambahan sebesar 15 persen dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Tim satgas khusus juga telah dibentuk untuk memantau penyaluran energi selama 24 jam.
Menjamin Ketersediaan LPG Untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Selain bahan bakar kendaraan, pasokan gas LPG juga mendapatkan perhatian yang sama besarnya. Kebutuhan memasak yang meningkat saat bulan Ramadhan memicu permintaan gas melon kian melonjak. Pertamina memastikan bahwa stok LPG di tingkat agen hingga pangkalan tetap terjaga aman.
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau penimbunan stok secara ilegal. Pasokan yang disediakan pemerintah sudah sangat mencukupi kebutuhan seluruh lapisan warga Sulawesi Tengah. Pemantauan harga di lapangan juga dilakukan agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Koordinasi Strategis Bersama Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah
Gubernur Sulawesi Tengah memberikan dukungan penuh terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Pertamina. Pemerintah daerah berharap distribusi energi ini dapat menjangkau hingga ke wilayah pelosok desa. Sinergi antara instansi terkait sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan wilayah.
Pertemuan rutin terus digelar untuk mengevaluasi efektivitas distribusi energi di pasar lokal tersebut. Hingga Minggu 22 Februari 2026, kondisi penyaluran di lapangan dilaporkan masih berjalan sangat lancar. Tidak ditemukan kendala berarti yang dapat menghambat akses masyarakat dalam mendapatkan bahan bakar.
Prediksi Puncak Konsumsi Menjelang Hari Raya Idul Fitri
Tren kenaikan konsumsi biasanya akan mencapai titik tertinggi pada beberapa hari sebelum lebaran. Pertamina sudah menyiapkan skema cadangan jika terjadi lonjakan permintaan yang di luar estimasi awal. Ketersediaan stok di depot utama selalu dijaga pada level aman untuk durasi lama.
Pelaku usaha transportasi dan logistik menyambut baik adanya jaminan pasokan energi tambahan ini. Kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar di jalan. Dengan demikian, kestabilan harga pangan di wilayah Sulawesi Tengah juga dapat lebih terjaga.
Komitmen Pelayanan Maksimal Kepada Seluruh Konsumen Setia
Seluruh petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pelanggan. Keamanan dan kenyamanan konsumen saat melakukan pengisian di SPBU menjadi prioritas utama perusahaan. Fasilitas pendukung di area SPBU juga dipastikan berfungsi dengan baik untuk kenyamanan warga.
Diharapkan dengan adanya tambahan 15 persen ini, masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang. Energi yang cukup akan mendorong roda perekonomian daerah tetap bergerak stabil dan produktif. Pertamina terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan energi nasional secara menyeluruh.