Bank Jateng dan Pemkab Kendal Implementasikan KKPD untuk Transparansi Keuangan

Senin, 09 Februari 2026 | 13:40:26 WIB
Bank Jateng dan Pemkab Kendal Implementasikan KKPD untuk Transparansi Keuangan

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kendal tengah memacu langkah menuju ekosistem digital yang menyeluruh melalui penguatan tata kelola keuangan daerah. Salah satu tonggak penting dalam transformasi ini adalah adopsi instrumen keuangan modern yang dirancang untuk mempercepat realisasi anggaran sekaligus menjamin akuntabilitas. Bank Jateng mendukung penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dalam transaksi keuangan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kendal. Langkah ini dipandang sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan birokrasi yang lebih lincah dan transparan di era digital.

Kerja sama strategis antara perbankan daerah dan pemerintah daerah ini diresmikan dalam momen penting yang berlangsung belum lama ini. Bank Jateng bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama untuk mendukung implementasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dalam transaksi keuangan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kendal, Rabu. Inisiatif ini bukan sekadar pergantian moda pembayaran, melainkan pergeseran budaya kerja menuju digitalisasi yang lebih terintegrasi.

Pilar Penting dalam Ekosistem Keuangan Modern

Dari sisi perbankan, implementasi ini merupakan bagian dari visi besar untuk mendigitalisasi layanan di seluruh Jawa Tengah. Direktur Keuangan Bank Jateng Ristiani Saptuti menyampaikan bahwa implementasi KKPD merupakan langkah strategis dalam transformasi digital perbankan daerah. Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar alat pembayaran, melainkan pilar penting dalam menciptakan ekosistem keuangan yang modern.

Penerapan KKPD diyakini akan meminimalisir risiko transaksi tunai dan memperkuat kedaulatan produk lokal melalui sistem pembayaran yang terukur. "KKPD adalah bagian dari upaya besar Bank Jateng dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) serta mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui sistem yang terintegrasi. Dengan sistem ini, kita tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi belanja OPD, tetapi juga memastikan setiap transaksi terekam secara akurat dan akuntabel guna mendukung pembangunan daerah yang lebih baik," ujar Ristiani dalam siaran pers.

Pendampingan Teknis Hingga Tingkat Desa

Transformasi ini tidak berhenti di level kabupaten, melainkan dirancang untuk menjangkau hingga satuan terkecil pemerintahan. Sejalan dengan hal tersebut, Pemimpin Bank Jateng Cabang Kendal Joko Trihono menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi teknis di lapangan agar berjalan optimal di seluruh jajaran OPD hingga tingkat desa. Pendampingan intensif menjadi kunci agar teknologi ini dapat diterima dan dioperasikan dengan baik oleh seluruh jurnalis keuangan daerah.

Bank Jateng berkomitmen untuk memastikan infrastruktur pendukung seperti Cash Management System (CMS) dan integrasi sistem lainnya dapat berfungsi tanpa kendala. "Kami berkomitmen penuh untuk memberikan pendampingan teknis dan layanan terbaik bagi Pemkab Kendal. Fokus kami adalah memastikan seluruh ekosistem digital, mulai dari CMS, SP2D Online, hingga perluasan transaksi nontunai di 266 desa pada 2026 nanti, dapat berjalan lancar sehingga memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan di Kendal," ujarnya.

Apresiasi Bupati Atas Lonjakan Realisasi Pajak

Langkah proaktif Bank Jateng ini mendapat sambutan hangat dari pihak eksekutif. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa kolaborasi teknologi dengan Bank Jateng sangat krusial dalam mengoptimalkan anggaran dan layanan publik di wilayahnya. Keberhasilan digitalisasi sebelumnya telah menunjukkan hasil nyata dalam pendapatan daerah, yang menjadi alasan kuat untuk terus memperluas adopsi KKPD.

Bupati juga menekankan urgensi bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk segera beradaptasi dengan sistem baru ini. "Saya meminta seluruh kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Kendal untuk segera memanfaatkan KKPD ini. Kita ingin memastikan pengelolaan anggaran semakin efektif dan akuntabel. Kemudahan yang diberikan Bank Jateng terbukti nyata, di mana realisasi pajak daerah kita tahun 2025 melonjak hingga 54,69 persen," ujar Bupati Dyah Kartika. Angka lonjakan pajak tersebut menjadi bukti valid bahwa integrasi teknologi mampu mendorong efektivitas pengelolaan anggaran secara signifikan.

Apresiasi Nasabah Lewat Undian Tabungan BIMA

Selain fokus pada pengembangan sistem pemerintahan, Bank Jateng juga tidak melupakan peran masyarakat dan nasabah setia yang berkontribusi pada pertumbuhan bank. Sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia, acara ditutup dengan penyerahan simbolis hadiah Undian Tabungan BIMA Tahap I Tahun 2025. Pemberian hadiah ini menjadi momen perayaan atas kemitraan yang harmonis antara bank, pemerintah, dan masyarakat Kendal.

Seorang nasabah beruntung asal Kendal berhasil meraih hadiah utama senilai Rp75 juta, yang diserahkan langsung di hadapan jajaran Forkopimda. Penyerahan hadiah ini sekaligus menandai komitmen Bank Jateng untuk tetap menjadi mitra terpercaya, baik bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan smart city maupun bagi masyarakat umum dalam penyediaan layanan perbankan yang aman dan menguntungkan. Melalui KKPD, Kabupaten Kendal kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, efisien, dan modern.

Terkini