JAKARTA - Gelaran otomotif terbesar awal tahun ini tidak hanya menjadi panggung pamer kemewahan teknologi, tetapi juga menjadi titik krusial bagi evaluasi keselamatan transportasi masa depan. Di tengah gemerlap lampu panggung JIExpo Kemayoran, perhatian publik kini terbagi antara kekaguman terhadap inovasi ramah lingkungan dan urgensi standar keamanan yang ketat. KNKT sorot mobil listrik, ramai warga intip penampakannya di IIMS 2026 sebagai cerminan dinamika industri yang sedang bertransformasi besar-besaran.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah mulai bergeser dari sekadar pengamat menjadi calon pengguna aktif kendaraan elektrifikasi. Namun, di balik angka pemesanan yang terus meroket, terdapat suara kritis dari otoritas keselamatan yang mengingatkan bahwa setiap lompatan teknologi harus dibarengi dengan mitigasi risiko yang mumpuni.
Antusiasme Publik Terhadap Inovasi Kendaraan Masa Depan
Sepanjang akhir pekan, area pameran dipadati oleh pengunjung yang ingin melihat langsung revolusi berkendara tanpa emisi. Pengunjung tampak antusias melihat deretan mobil listrik yang dipamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu. Rasa penasaran warga tidak hanya terbatas pada desain eksterior yang futuristik, tetapi juga pada performa baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga fitur-fitur keselamatan pasif maupun aktif yang ditawarkan oleh para produsen global dan lokal.
Ramainya warga yang "mengintip" dan menjajal unit test drive menandakan bahwa edukasi mengenai kendaraan listrik mulai membuahkan hasil. Masyarakat semakin sadar akan efisiensi biaya operasional jangka panjang, meski tantangan mengenai pemahaman prosedur penanganan darurat kendaraan listrik masih menjadi catatan penting bagi banyak pihak.
Sorotan KNKT: Standar Keselamatan Sebagai Harga Mati
Di balik kemeriahan pameran, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan perhatian khusus terhadap tren elektrifikasi ini. Sorotan institusi pengawas ini menjadi sangat relevan mengingat karakter mobil listrik yang sangat berbeda dengan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine), terutama dalam hal risiko kebakaran baterai dan penanganan pascakecelakaan. KNKT menekankan bahwa keamanan pengguna harus menjadi prioritas utama di atas sekadar angka penjualan yang fantastis.
Penting bagi para produsen untuk tidak hanya menjual fitur hiburan atau kecanggihan otonom, tetapi juga memastikan bahwa teknisi dan tim tanggap darurat memiliki protokol yang jelas dalam menangani insiden yang melibatkan kendaraan listrik. Hal ini menjadi krusial untuk membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan terhadap ekosistem kendaraan listrik di tanah air.
Sinergi Industri Menuju Ekosistem Transportasi Aman
Penyelenggaraan IIMS 2026 kali ini menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk duduk bersama menyelaraskan standar keamanan nasional dengan perkembangan teknologi global. Sorotan KNKT diharapkan mampu mendorong para pabrikan untuk lebih transparan mengenai sistem keamanan baterai mereka. Di sisi lain, antusiasme masyarakat yang tinggi harus dibekali dengan literasi keselamatan yang cukup, agar penggunaan mobil listrik tidak hanya menjadi tren gaya hidup, tetapi juga menjadi bagian dari budaya bertransportasi yang aman dan bertanggung jawab.
Diharapkan, dengan adanya pengawasan ketat dari KNKT dan edukasi yang masif dari penyelenggara pameran, visi Indonesia menuju transportasi hijau dapat tercapai tanpa mengesampingkan aspek keselamatan jiwa. IIMS 2026 pun tidak hanya diingat sebagai ajang pamer mobil listrik terbaru, melainkan sebagai titik balik penguatan standar keamanan otomotif nasional di era baru.