JAKARTA - Lembaga keuangan raksasa global Goldman Sachs dilaporkan telah melakukan langkah mengejutkan dengan melakukan pembelian aset kripto XRP dalam jumlah yang sangat besar.
Perusahaan perbankan investasi tersebut dikabarkan telah menggelontorkan dana mencapai Rp25 triliun untuk menambah portofolio aset digital mereka melalui mata uang kripto yang diterbitkan oleh Ripple tersebut.
Keputusan strategis ini mencuri perhatian dunia finansial pada hari Rabu 11 Februari 2026 karena dilakukan bersamaan dengan langkah pengurangan porsi investasi pada aset kripto Bitcoin.
Pergeseran Fokus Investasi Dari Bitcoin Menuju Ekosistem XRP
Langkah yang diambil oleh Goldman Sachs ini menandakan adanya perubahan pandangan terhadap potensi jangka panjang dari berbagai jenis aset digital yang ada di pasar global saat ini.
Meskipun Bitcoin selama ini dianggap sebagai aset utama dalam dunia kripto, pihak perusahaan tampaknya mulai melirik efisiensi serta kegunaan praktis yang ditawarkan oleh jaringan protokol XRP.
Pengurangan investasi pada Bitcoin dilakukan untuk menyeimbangkan profil risiko perusahaan sekaligus mengambil posisi yang lebih menguntungkan pada aset yang dinilai memiliki kecepatan transaksi lebih tinggi dan murah.
Potensi Teknologi Ripple Dalam Sistem Keuangan Perbankan Global
XRP selama ini dikenal sebagai aset kripto yang dirancang secara khusus untuk memfasilitasi proses pengiriman uang antarnegara secara instan bagi lembaga keuangan di seluruh penjuru dunia.
Dukungan dari institusi sebesar Goldman Sachs memberikan validasi kuat bahwa teknologi blockchain yang dikembangkan oleh Ripple memiliki masa depan cerah dalam sistem perbankan konvensional yang modern.
Investasi bernilai triliunan rupiah ini diprediksi akan mendorong adopsi XRP lebih luas lagi di kalangan investor institusional lainnya yang selama ini masih bersikap ragu terhadap volatilitas pasar kripto.
Dampak Keputusan Institusi Besar Terhadap Fluktuasi Harga Pasar
Pengumuman mengenai aksi borong yang dilakukan oleh perusahaan perbankan asal Amerika Serikat tersebut langsung memberikan dampak instan terhadap pergerakan harga XRP di berbagai bursa global.
Para pelaku pasar merespons positif langkah ini sehingga volume perdagangan XRP mengalami lonjakan signifikan dalam waktu singkat setelah informasi mengenai kepemilikan aset tersebut menyebar luas ke publik.
Di sisi lain, tekanan jual pada aset Bitcoin sempat terjadi akibat adanya sentimen pengurangan posisi yang dilakukan oleh salah satu pemegang modal terbesar di industri keuangan konvensional saat ini.
Proyeksi Masa Depan Aset Kripto Di Bawah Pengelolaan Perbankan
Keterlibatan aktif lembaga perbankan dalam kepemilikan aset kripto secara langsung menunjukkan bahwa garis pemisah antara keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi kini semakin memudar dengan sangat cepat.
Para analis memprediksi bahwa langkah Goldman Sachs ini merupakan awal dari gelombang baru di mana perbankan akan lebih fokus pada aset digital yang memiliki utilitas nyata bagi industri.
Ke depannya, manajemen portofolio aset digital akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pertumbuhan perusahaan keuangan skala besar demi menjaga daya saing di tengah transformasi ekonomi digital global.