JAKARTA - Dunia otomotif kini tengah memasuki era di mana batas antara fungsionalitas mesin dan keindahan seni rupa semakin menipis. Kendaraan tidak lagi dipandang sebagai sekadar alat transportasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ekstensi dari kepribadian dan selera mode pemiliknya. Fenomena ini tercermin jelas dalam panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di mana definisi kemewahan otomotif tidak lagi hanya diukur dari seberapa cepat mobil melesat dari nol ke seratus kilometer per jam.
Munculnya Lepas sebagai pemain baru di segmen New Energy Vehicle (NEV) premium membawa angin segar bagi konsumen yang mendambakan keunikan. Paduan desain aerodinamis Leopard Aesthetics pada unit Lepas E4 menandai pergeseran nilai kemewahan otomotif dari sekadar performa mesin menuju pernyataan gaya hidup di IIMS 2026. Melalui pendekatan ini, mobil listrik kini diposisikan sebagai "busana" yang melindungi sekaligus menonjolkan identitas penggunanya di ruang publik.
Narasi Kemewahan Tanpa Upaya: Filosofi Ketenangan di Atas Aspal
Berbeda dengan brand premium konvensional yang sering kali menonjolkan agresivitas tenaga, brand pendatang baru ini mencoba menawarkan narasi yang berbeda: kemewahan adalah tentang ketenangan dan rasa nyaman yang tidak berlebihan. Logika yang dibangun adalah effortless; sebuah konsep di mana kemewahan dirasakan secara alami tanpa perlu kesan yang dipaksakan. Hal ini menjadi antitesis dari tren mobil premium masa kini yang cenderung "berisik" secara visual maupun narasi teknis.
Melalui peluncuran dua model andalannya, Lepas L8 SUV PHEV dan Lepas E4 SUV EV, produsen ini berupaya menggeser paradigma "premium" dari pamer kekuatan menjadi pernyataan gaya hidup yang personal. Fokus utama dialihkan pada bagaimana pengemudi merasakan kedamaian di dalam kabin serta kepercayaan diri saat meluncur di tengah hiruk-pikuk perkotaan.
Kolaborasi Strategis: Saat Takhta Fashion Bertemu Teknologi NEV
Keunikan desain yang mengadopsi keelokan gerak macan tutul (Leopard Aesthetics) dirasa perlu mendapatkan validasi dari pakar estetika. Oleh karena itu, strategi ini dipertegas dengan menggandeng sosok dari dunia fashion, Miss Universe Indonesia 2025 Sanly Liu dan desainer Yosafat Dwi Kurniawan, guna memberikan legitimasi bahwa kendaraan kini setara dengan busana high-end—harus fungsional sekaligus mencerminkan karakter pemakainya.
Kehadiran tokoh-tokoh dari industri mode ini memberikan dimensi baru bagi Lepas E4 dan L8. Mobil tidak lagi hanya dibahas dari kapasitas baterai atau jarak tempuh, tetapi juga dari bagaimana lekuk desainnya mampu melengkapi penampilan visual pemiliknya. Sinergi ini memperkuat posisi Lepas sebagai kendaraan bagi mereka yang menghargai detail artistik dan keharmonisan bentuk.
Mendefinisikan Ulang Makna Premium bagi Konsumen Modern
Segmentasi pasar yang disasar oleh Lepas adalah mereka yang sudah melewati fase mencari validasi melalui kecepatan semata. “Bagi konsumen modern, premium adalah tentang rasa tenang, nyaman, dan percaya diri dalam setiap momen berkendara,” ujar Arga Simanjuntak, Head of Marketing Lepas Indonesia. Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai jual utama dari unit-unit mereka adalah pengalaman emosional yang tercipta di balik kemudi.
Ketenangan yang ditawarkan mencakup senyapnya motor listrik hingga kelembutan suspensi yang dirancang untuk meredam dinamika jalanan. Dengan mengombinasikan desain yang terinspirasi dari alam dan kenyamanan yang didukung teknologi mutakhir, Lepas berusaha memastikan bahwa setiap perjalanan menjadi sebuah refleksi diri yang elegan. Di IIMS 2026, Lepas telah berhasil membuktikan bahwa masa depan otomotif tidak hanya tentang energi baru, tetapi juga tentang cara baru dalam menikmati kemewahan secara anggun dan bersahaja.