JAKARTA - Sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin menunjukkan tajinya di panggung internasional, khususnya pada sektor kedirgantaraan yang menuntut keahlian tinggi. Melalui langkah strategis PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), yang merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia, tenaga kerja profesional dalam negeri kini telah berhasil menduduki berbagai posisi vital di mancanegara. Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa tenaga kerja kelas dunia, tetapi juga menjadi bukti bahwa kompetensi teknisi dan tenaga operasional Indonesia telah diakui secara global.
Kiprah Global Tenaga Kerja Profesional Indonesia
Keberhasilan menembus pasar internasional bukanlah hal yang terjadi secara instan. GDPS telah memetakan kebutuhan industri penerbangan dunia dan menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengisi kekosongan tersebut. Wilayah penempatan tenaga kerja ini sudah merambah ke berbagai belahan dunia, mencerminkan luasnya jejaring bisnis yang dibangun oleh perusahaan.
Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), Cornelis Radjawane, memberikan rincian mengenai sebaran tenaga kerja tersebut saat ditemui di Tangerang pada Kamis. Ia menjelaskan bahwa posisi yang diisi mencakup aspek-aspek teknis yang memerlukan sertifikasi ketat.
"Penempatan tersebut mencakup berbagai posisi strategis seperti teknisi pesawat, cabin technician, aircraft maintenance engineer, hingga tenaga operasional ground handling," kata Cornelis Radjawane. Hingga saat ini, jejak profesionalisme pekerja Indonesia di bawah naungan GDPS telah tersebar di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Papua Nugini, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga India.
Kompetensi sebagai Senjata Utama Ekspansi
GDPS memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai penyedia jasa outsourcing biasa, melainkan sebagai penyedia solusi tenaga kerja profesional yang terintegrasi. Fokus utama mereka terletak pada sektor aviasi dan industri pendukung yang membutuhkan standar keamanan dan kualitas tanpa toleransi kesalahan.
Untuk memastikan keberhasilan di pasar global, GDPS menerapkan standar pelatihan dan sertifikasi yang sangat tinggi. Perusahaan meyakini bahwa kualitas layanan tenaga kerja sangat bergantung pada kesiapan mental dan keahlian teknis yang terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi industri kedirgantaraan.
“Standar kompetensi global menjadi kunci utama dalam ekspansi internasional. Kami memastikan seluruh tenaga kerja yang ditempatkan memiliki keahlian, sertifikasi, serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri global,” ujar Cornelis. Melalui penguatan pelatihan dan pemanfaatan teknologi, GDPS berhasil menciptakan ekosistem kerja yang unggul dan kompetitif.
Pertumbuhan Signifikan dan Target Finansial 2026
Ekspansi ke pasar internasional secara langsung memberikan dampak positif terhadap performa finansial dan operasional perusahaan. Sejak beberapa tahun terakhir, GDPS mencatatkan kurva pertumbuhan yang sangat mengesankan, baik dari sisi jumlah personel yang dikelola maupun pendapatan bersih perusahaan.
Data internal menunjukkan bahwa hingga tahun 2025, GDPS telah mengelola lebih dari 6.900 tenaga kerja. Ribuan pekerja tersebut tersebar di 93 kota dengan total 139 proyek aktif yang sedang berjalan. Angka ini mencerminkan lonjakan jumlah tenaga kerja (manpower) sebesar 44 persen dalam periode beberapa tahun terakhir, sebuah indikator kuat bahwa layanan GDPS semakin diminati oleh pasar.
Dari sisi finansial, pertumbuhan pendapatan perusahaan menunjukkan tren positif yang stabil. Pada tahun 2023, GDPS mengantongi pendapatan sebesar Rp323,4 miliar. Angka ini meningkat menjadi Rp397,1 miliar pada tahun 2024, dan melonjak hingga mencapai Rp494,9 miliar pada penutupan tahun 2025. Dengan modal performa yang kuat ini, manajemen optimis menatap tahun 2026 dengan target yang lebih menantang.
“GDPS berkomitmen menghadirkan tenaga kerja lokal yang tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas SDM nasional sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat Indonesia,” tutur Cornelis. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, GDPS menargetkan pendapatan dapat melampaui Rp500 miliar melalui penguatan operational excellence serta ekspansi pasar global.
Kemitraan Strategis dan Dampak Sosial Ekonomi
Selain fokus pada pasar internasional, GDPS tetap menjaga dominasi dan kualitas layanannya di pasar domestik melalui kemitraan strategis dengan berbagai raksasa industri. Salah satu pencapaian terbaru adalah kerja sama dengan PT Aneka Petroindo Raya. Dalam kemitraan ini, GDPS menyediakan lebih dari 700 tenaga kerja untuk ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia, serta mengembangkan sistem manajemen alih daya pada sektor kebandarudaraan.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa GDPS memiliki visi ganda: tumbuh secara bisnis sekaligus memberikan dampak sosial nyata. Dengan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan membekali mereka dengan kemampuan standar global, GDPS berperan aktif dalam mengurangi angka pengangguran terdidik dan meningkatkan taraf ekonomi para pekerja melalui kesempatan berkarier di luar negeri.
Upaya ini selaras dengan program pemerintah dalam mendorong ekspor jasa profesional. Tenaga kerja yang ditempatkan di luar negeri tidak hanya membawa pulang remitansi, tetapi juga membawa pulang pengalaman, etos kerja, dan pengetahuan teknis yang nantinya dapat memperkaya industri dalam negeri jika mereka kembali ke tanah air.
Visi Menuju Perusahaan Solusi SDM Terkemuka
Ke depan, tantangan industri aviasi dan jasa pendukung akan semakin kompleks dengan adanya digitalisasi dan otomatisasi. Namun, GDPS yakin bahwa elemen manusia yang kompeten tetap menjadi inti dari operasional industri ini. Perusahaan berkomitmen untuk terus membuka akses baru bagi tenaga kerja Indonesia agar bisa bersaing di lebih banyak negara lagi.
Melalui komitmen yang kuat terhadap kualitas dan integritas layanan, GDPS berupaya memperkokoh posisinya di industri global. Perusahaan ingin terus tumbuh bersama dengan para pekerjanya, menciptakan standar baru dalam manajemen tenaga kerja profesional.
“Kami ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menciptakan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global,” pungkas Cornelis Radjawane. Dengan pondasi yang telah dibangun hingga 2025, target melampaui Rp500 miliar pada 2026 tampak sebagai sasaran yang sangat realistis untuk dicapai melalui dedikasi dan inovasi yang berkelanjutan.