JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Moody's memberikan peringatan terkait potensi pelebaran defisit fiskal Vietnam sebagai dampak langsung dari besarnya alokasi anggaran belanja infrastruktur.
Peringatan Moody's Terhadap Keseimbangan Fiskal Vietnam
Lembaga pemeringkat kredit global ini menyoroti bahwa kebijakan fiskal Vietnam saat ini cenderung ekspansif guna membiayai berbagai proyek pembangunan skala besar di seluruh wilayah.
Pelebaran defisit anggaran tersebut diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir periode tahun 2026 jika pemerintah tidak segera melakukan penyesuaian pada skema manajemen utang publik.
Analisis yang dirilis pada Kamis 26 Februari 2026 menekankan pentingnya menjaga rasio utang terhadap produk domestik bruto agar tetap berada dalam level yang aman dan terkendali.
Ambisi Pembangunan Infrastruktur Berskala Besar di Vietnam
Vietnam saat ini sedang gencar membangun berbagai fasilitas publik mulai dari jaringan jalan tol, bandara internasional, hingga pelabuhan laut guna memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Belanja modal yang jumbo ini dianggap sebagai pedang bermata dua karena di satu sisi memacu pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain membebani keuangan negara secara signifikan.
Pemerintah setempat meyakini bahwa investasi pada sektor infrastruktur merupakan kunci utama untuk menarik lebih banyak investor asing masuk ke dalam ekosistem industri manufaktur di Vietnam.
Tantangan Pengelolaan Utang Negara dan Risiko Kredit
Meskipun pertumbuhan ekonomi Vietnam tergolong kuat, ketergantungan pada pembiayaan eksternal untuk proyek infrastruktur dapat meningkatkan kerentanan terhadap gejolak pasar keuangan global yang sangat dinamis saat ini.
Moody's menyarankan agar otoritas fiskal Vietnam mulai mencari sumber pendanaan alternatif yang lebih berkelanjutan termasuk optimalisasi pendapatan dari sektor pajak domestik yang lebih luas lagi.
Risiko kredit negara tersebut tetap dipantau secara ketat mengingat efektivitas pengeluaran anggaran akan sangat menentukan kemampuan pemerintah dalam membayar kembali kewajiban jangka panjang di masa depan.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Beban Anggaran
Para ahli ekonomi memprediksi bahwa Vietnam masih akan menjadi salah satu negara dengan performa ekonomi terbaik di Asia Tenggara meski harus menghadapi tekanan fiskal yang berat.
Dukungan dari sektor ekspor yang terus tumbuh memberikan bantalan bagi perekonomian nasional untuk tetap bertahan di tengah tingginya pengeluaran pemerintah untuk kebutuhan pembangunan fisik yang masif.
Keberhasilan Vietnam dalam mengelola defisit fiskal ini akan menjadi referensi penting bagi negara-negara berkembang lainnya yang juga sedang melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur secara besar-besaran saat ini.
Harapan Konsolidasi Fiskal Jangka Panjang Pemerintah
Langkah konsolidasi fiskal diharapkan dapat segera diimplementasikan setelah sejumlah proyek strategis nasional mencapai tahap penyelesaian operasional guna menekan angka defisit anggaran secara bertahap dan konsisten.
Pemerintah Vietnam terus berkoordinasi dengan lembaga keuangan internasional untuk memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan fiskal jangka panjang yang sehat.
Efisiensi dalam setiap pos belanja negara menjadi mutlak diperlukan agar visi besar pembangunan infrastruktur tidak justru menimbulkan krisis keuangan yang dapat menghambat kemajuan peradaban bangsa di masa mendatang.