JAKARTA - Jakarta bukan hanya pusat kegiatan ekonomi dan budaya, tetapi juga gudang kekayaan kuliner yang memikat lidah. Salah satu warisan kuliner yang paling autentik datang dari suku asli Jakarta, yaitu Betawi. Makanan khas Betawi lahir dari akulturasi budaya, mulai dari Tionghoa, Arab, hingga Belanda, yang menghasilkan hidangan dengan cita rasa unik dan kaya cerita sejarah.
Meski perkotaan terus berkembang dan gaya hidup modern merambah generasi muda, beberapa hidangan tradisional Betawi tetap bertahan. Mereka yang akrab dengan makanan khas ini bisa merasakan sensasi kuliner yang autentik, mulai dari kuah santan gurih hingga jajanan renyah yang mengundang nostalgia. Hidangan-hidangan ini tidak sekadar pengisi perut, melainkan simbol identitas dan kebanggaan budaya.
Beberapa makanan khas Betawi bahkan telah dikenal hingga ke luar Jakarta karena kelezatannya. Soto Betawi, dengan kuah santannya yang kental dan harum rempah, serta kerak telor, yang selalu hadir di berbagai acara budaya, menjadi primadona yang sulit dilewatkan. Setiap hidangan memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bumbu, cara pengolahan, maupun penyajian, dan sebagian besar masih dijajakan oleh warung atau penjaja keliling yang mempertahankan resep turun-temurun.
Berikut tujuh makanan khas Betawi yang sudah melegenda dan wajib dicoba, mulai dari hidangan berat, camilan, hingga sajian khas perayaan tertentu.
1. Kerak Telor
Kerak telor menjadi ikon jajanan Betawi, terutama di lokasi wisata seperti Monas dan Kota Tua. Hidangan ini terkenal dengan perpaduan telur, beras ketan, dan serundeng kelapa yang renyah. Proses memasaknya yang unik—digoreng di atas wajan tanpa minyak dan dibalik di atas arang—memberikan tekstur kerak yang khas. Kerak telor bukan hanya nikmat, tetapi juga menjadi simbol kuliner Betawi yang selalu membuat ketagihan.
2. Soto Betawi
Soto Betawi memiliki keunikan dari kuah kental berbasis santan atau susu dan penggunaan daging serta jeroan sapi, seperti babat dan paru. Rempah pilihan, termasuk cengkih, kayu manis, pala, dan serai, menambah aroma harum dan rasa mendalam. Beberapa resep tradisional juga menambahkan minyak samin untuk memperkaya cita rasa gurih, menjadikan soto ini sangat digemari oleh masyarakat Jakarta maupun wisatawan.
3. Gado-Gado Betawi
Hidangan salad khas ini memadukan sayuran segar yang direbus, tahu, tempe, dan telur rebus, disiram bumbu kacang yang kaya rasa. Keunikan gado-gado Betawi terletak pada tekstur dan kombinasi rasa yang beragam, serta pelengkap seperti kerupuk dan irisan timun. Sajian ini populer sebagai menu sehat dan lezat, cocok untuk santapan sehari-hari maupun acara khusus.
4. Nasi Uduk Betawi
Nasi uduk Betawi dimasak dengan santan dan rempah pilihan, seperti daun salam, lengkuas, dan serai, sehingga menghasilkan aroma wangi dan rasa gurih khas. Nasi ini biasanya disajikan dengan berbagai lauk pelengkap, mulai dari semur jengkol, bihun goreng, tempe orek, telur dadar, hingga ayam goreng. Taburan bawang goreng menambah cita rasa yang menggoda.
5. Semur Jengkol Betawi
Semur jengkol merupakan hidangan legendaris berbahan utama jengkol, dimasak dengan kuah kental berwarna cokelat gelap. Meskipun aromanya khas, semur jengkol memiliki rasa manis-gurih, empuk, dan kaya rempah. Perendaman dan perebusan jengkol secara tepat sangat penting untuk menghasilkan tekstur lembut dan mengurangi aroma menyengat. Hidangan ini sering menjadi lauk favorit pendamping nasi uduk atau nasi putih hangat.
6. Gabus Pucung
Gabus pucung khas Betawi menggunakan ikan gabus yang dimasak dengan kuah hitam pekat dari kluwek. Hidangan ini memiliki perpaduan rasa asam, gurih, dan aroma khas yang unik. Proses pengolahan yang teliti membuat ikan gabus empuk dan bumbu meresap sempurna. Gabus pucung menjadi salah satu makanan khas yang sulit ditemukan di luar Jakarta, menjadikannya pengalaman kuliner yang eksklusif.
7. Asinan Betawi
Asinan Betawi adalah hidangan segar dari sayuran mentah atau direbus sebentar, tahu, dan kerupuk, disiram kuah kacang dengan rasa asam, manis, dan pedas. Penggunaan sawi asin dan kerupuk mie kuning menjadi ciri khas tersendiri. Hidangan ini cocok dinikmati sebagai pembuka atau kudapan saat cuaca panas, memberikan sensasi menyegarkan yang unik.
Melalui tujuh makanan khas ini, terlihat bagaimana kuliner Betawi mencerminkan sejarah dan keberagaman masyarakat Jakarta. Setiap suapan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan kisah tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kini, semakin banyak generasi muda yang kembali mengenal dan mencicipi hidangan-hidangan ini melalui festival kuliner, media sosial, maupun wisata kuliner lokal.
Menyelami makanan khas Betawi berarti menyelami sejarah Jakarta sendiri—dari aroma rempah, rasa gurih, hingga teknik masak tradisional yang diwariskan turun-temurun. Keberadaan hidangan-hidangan ini menjadi bukti bahwa kuliner bukan sekadar santapan, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari identitas budaya yang wajib dilestarikan.