Persija Gagal Pangkas Jarak, Terpaku di Posisi Tiga Klasemen Super League

Senin, 09 Februari 2026 | 08:24:44 WIB
Persija Gagal Pangkas Jarak, Terpaku di Posisi Tiga Klasemen Super League

JAKARTA - Persaingan memperebutkan takhta tertinggi di Super League 2025/26 semakin sengit setelah selesainya rangkaian pertandingan pekan ke-20. Sorotan utama tertuju pada nasib kurang beruntung yang dialami Persija Jakarta. Bermain di depan publik sendiri, tim berjuluk Macan Kemayoran ini justru gagal mengamankan poin krusial yang seharusnya bisa mendekatkan mereka ke posisi puncak. Sebaliknya, hasil minor ini membuat mereka harus melihat rival abadi mereka semakin menjauh di tabel klasemen sementara.

Persija Jakarta kalah 0-2 saat menjamu Arema FC pada pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu malam WIB. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan pelatih Persija, mengingat momentum bermain di kandang seharusnya menjadi peluang emas untuk menekan pemimpin klasemen. Namun, efektivitas serangan balik tim tamu menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat tersebut.

Dampak Kekalahan Terhadap Tabel Klasemen Sementara

Kekalahan di Senayan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap posisi kedua tim di klasemen. Bagi Persija, hasil ini berarti mereka gagal memperpendek jarak dengan Persib Bandung yang saat ini sedang memimpin persaingan. Sementara itu, Persija tetap tertahan di posisi ketiga dengan 41 poin, tertinggal enam angka dari Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Selisih enam poin ini menjadi tantangan besar bagi Persija di sisa musim jika mereka masih berambisi meraih gelar juara.

Di sisi lain, kemenangan ini merupakan berkah luar biasa bagi Arema FC yang sedang berupaya memperbaiki posisi mereka ke papan tengah. Tambahan tiga poin membuat Singo Edan naik ke peringkat sembilan klasemen dengan koleksi 27 poin. Lonjakan posisi ini memberikan suntikan motivasi bagi skuad Arema FC untuk tampil lebih konsisten di sisa musim kompetisi.

Sengitnya Babak Pertama dan Ketangguhan Penjaga Gawang

Jalannya pertandingan sejak peluit pertama ditiupkan menunjukkan intensitas tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol pembuka. Arema lebih dulu mengancam pada menit ke-18 lewat peluang Gabriel Silva, tetapi upayanya masih bisa digagalkan kiper Persija, Carlos Eduardo. Penyelamatan gemilang Carlos Eduardo sempat menghidupkan harapan suporter Persija yang memadati stadion.

Dua menit berselang, Persija membalas melalui Gustavo. Penyerang andalan Macan Kemayoran tersebut melepaskan tembakan keras yang mengarah tepat ke gawang. Namun, tembakannya berhasil diamankan penjaga gawang Arema Muhammad Adi Satryo. Kiper berusia 24 tahun itu kembali menunjukkan performa gemilang dengan menggagalkan peluang Maxwell pada menit ke-26. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda, menggambarkan betapa alotnya pertarungan di lini tengah dan tangguhnya performa kedua kiper di bawah mistar.

Dominasi yang Berujung Petaka di Menit Akhir

Memasuki babak kedua, Persija sebenarnya mencoba meningkatkan intensitas tekanan untuk memecah kebuntuan. Dukungan ribuan suporter di SUGBK membuat Macan Kemayoran tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi kendala utama bagi lini depan Persija dalam pertandingan kali ini. Mereka berkali-kali menekan, namun selalu kandas di tangan Muhammad Adi Satryo yang tampil sangat disiplin.

Petaka bagi tuan rumah justru muncul di penghujung laga. Keasyikan menyerang membuat lini pertahanan Persija sedikit longgar, yang kemudian dieksploitasi dengan cerdik oleh barisan penyerang Arema FC. Macan Kemayoran tumbang lewat dua gol Gabriel Silva yang terjadi di menit-menit akhir. Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat yang gagal diantisipasi oleh barisan bek Persija yang sudah mulai kelelahan.

Evaluasi Lini Depan Persija Jakarta

Kegagalan mencetak gol di kandang sendiri tentu menjadi catatan merah bagi tim pelatih. Meskipun statistik menunjukkan Persija memiliki beberapa peluang emas, keberadaan Muhammad Adi Satryo di bawah mistar Arema seolah menjadi tembok yang mustahil ditembus malam itu. Penampilan apik Adi Satryo yang mampu meredam peluang demi peluang dari Gustavo dan Maxwell membuktikan bahwa lini belakang Arema tampil dengan fokus penuh selama 90 menit.

Kekalahan 0-2 ini bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tetapi juga soal hilangnya momentum. Dengan selisih enam angka dari Persib, Persija kini tidak boleh lagi terpeleset di laga-laga berikutnya. Mereka harus segera berbenah dan meningkatkan efisiensi serangan agar tidak semakin tertinggal dalam perburuan trofi Super League musim ini.

Langkah Singo Edan Menuju Papan Tengah

Bagi Arema FC, hasil di Jakarta ini adalah bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Keberhasilan menahan gempuran Persija dan mencuri dua gol di menit akhir menunjukkan kematangan mental para pemain Singo Edan. Naiknya posisi ke peringkat sembilan klasemen sementara menjadi modal berharga bagi mereka untuk menatap pertandingan pekan ke-21 dengan lebih optimis.

Gabriel Silva yang menjadi pahlawan dengan dua golnya sukses membungkam publik Senayan dan membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak. Kemenangan ini juga sekaligus memberikan sinyal kepada tim-tim lain bahwa Arema FC adalah lawan yang tidak boleh diremehkan, meskipun bermain di kandang lawan yang memiliki basis pendukung besar seperti Persija Jakarta.

Terkini